Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran, FRPB Bagikan Sembako Kepada Kaum Dhuafa

oleh -

Pamekasan, ArahJatim.com – Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H ini banyak cara dilakukan masyarakat untuk berbagi keceriaan dan kebahagiaan kepada sesama. Salah satunya seperti yang dilakukan Relawan Forum Relawan Penanggulangan Bencana atau FRPB Pamekasan.

Untuk kesekian kalinya gerakan kemanusiaan mereka gencarkan di pertengahan bulan Ramadan ini bersama komunitas radio amatir RAPI Pamekasan. Kali ini melalui gerakan senyap malam hari, mereka kembali menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

Bantuan ini merupakan stok sembako yang terkumpul dari Lumbung Pangan FRPB, selain dari donasi dan santunan swadaya anggota RAPI setempat bersama donasi para dermawan yang dikumpulkan oleh tim Lumbung Pangan FRPB selama ini.

Menariknya secara simultan dan sporadis, teknis pendistribusian tetap dengan pola door to door atau dari rumah ke rumah. Pendistribusian bantuan ini dimulai pada Rabu, 28 April 2021 hingga persediaan sembako habis.

Ada sekitar seratus paket sembako yang siap didistribusikan untuk gerakan senyap malam ini. Bantuan disalurkan kepada para penerima yang berhak sesuai data pemetaan pendistribusian bantuan yang telah dibuat tim itu sebelumnya.

“Untuk jumlah bantuan kali ini memang lebih sedikit dibanding tahun lalu, karena Lumbung Pangan juga mengirimkan bantuan ke beberapa lokasi bencana yang terjadi di berbagai tempat,” ungkap Juli Purnama, Koordinator Lumbung Pangan FRPB Pamekasan, Kamis (29/4/2021).

Mas Ateng, begitu Juli Purnama akrab disapa mengatakan, penyaluran bantuan ini memang langsung diantarkan ke rumah penerima. Karena saat ini masih masa pandemi, supaya tidak menciptakan kerumunan serta agar bantuan ini tepat sasaran. Sekaligus memberikan sosialisasi disiplin prokes selama Ramadan dan lebaran nanti. Kami sengaja bergerak dengan tidak menimbulkan kerumunan. Masyarakat juga tidak harus repot-repot mengantre.

“Semoga bantuan yang tidak seberapa ini bisa bermanfaat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tidak mampu, serta meringankan beban kebutuhan jelang lebaran,” harapnya.

Pemberian bantuan sembako sengaja dilakukan pada malam hari supaya tidak menggangu masyarakat, dikarenakan di bulan puasa ini banyak masyarakat yang sedang istirahat.

“Kegiatan ini dimulai setelah salat tarawih sampai pukul 22.00 WIB dan dimulai lagi saat sahur atau dini hari sampai tiba waktu imsyak. Karena kami juga ingin menciptakan situasi yang kondusif, berbagi, sambil berpatroli keamanan,” pungkas Mas Ateng. (ndra)