Tulungagung, ArahJatim.com -Setelah kepolisian melakukan tindakan tegas, terkait yang terlibat bentrokan antar perguruan silat, di Jalan Pahlawan Tulungagung, justru menjadi kontra produktif di mata LSM. Salah satunya yang saat ini menangani pendampingan kasus itu dan diperkuat LBH Bintara. Kini Bintara secara terang terangan meminta Kapolres Tulungagung, untuk jernih menangani kasus ini. Hal itu disampikan R Ali Sodiq, pimpinan LBH dan Bintara Center, Majan Kedungwaru Tulungagung.
” Dalam sepekan ini kami banyak menerima keluhan ibu ibu, yang anaknya ditahan polisi, karena kasus bentrokan, beberapa hari lalu. Apalagi mereka yang ditahan itu, ada yang masih dibawah umur, dan masih sekolah. Inilah yang kami dampingi. Dalam data yang kami terima, ada pasal yang salah diterapkan polisi dalam menangani kasus ini. Itulah yang kini menjadi konsentrasi BIntara “, ungkap Gus Sodiq panggilan akrap pimpinan Bintara Center.
Dalam rilisnya yang disampikan kepada ArahJatim.com. pihaknya kini juga menyoroti kinerja IPSI Tulungagung, yang cuci tangan terkait kasus itu. Bahkan surat somasi kini sudah dilayangkan kepada institusi IPSI, karena ketika para anak muda yang ikut dalam organisasi pencak silat, dan terkena masalah hukum, tidak ada action nyata yang dilakukan IPSI Tulungagung, yang juga mendapatkan anggaran dari pemerintah daerah.
Ditambahkan Gus Ali, pihaknya tidak main main mengawal kasus ini.
Sementara terkait somasi, benar dipersiapkan oleh LSM Bintang Nusantara. Ali Sodiq ketika dimintai komentarnya, belum bicara secara terbuka, Walupun suratnya sudah dikirim kebeberapa institusi, mulai dari ombusmen, kapolri, bahkan juga ke jajaran Polda Jatim.
Ditambahkan Ali Sodiq bentrok antar perguruan pencak silat yang berujung sanksi hukum bagi pelaku membuktikan lemahnya peran pengurus IPSI di Tulungagung dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Seharusnya organisasi tidak diam, ini bagian dari tanggungjawab mereka.
Sementara Drs Sukaji selaku ketua IPSI Tulungagung ketika dimintai konfirmasinya, menyatakan sedang tugas luar kota.
” Apa yang disampikan ketua Bintara itu adalah salah alamat. Saya tidak mau mengomentari terkait itu. Itu salah alamat “, ungkap Sekda mengakhiri tilpon yang dilakukan ArahJatim.com, Rabu siang, 25/1/2023, ketika dimintai komentarnya, terkait somasi yang dilakukan Bintara. (dni)










