Baru 10 Hari Bekerja, BMI Asal Ponorogo Meninggal di Hong Kong

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49472839047_6307774137_b.jpg
Serah terima dan penandatanganan dokumen penyerahan jenazah. (Foto: arahjatim.com/rib)

Ponorogo, ArahJatim.com – Baru sepuluh hari bekerja, Mariyani (34) Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Desa Manuk, Kecamatan Siman, Ponorogo meninggal dunia di Hong Kong. Dini hari tadi, Sabtu (1/2/2020) sekitar pukul 00:15 WIB, jenazah korban tiba di rumah duka.

Sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial bahwa kematian korban diakibatkan oleh virus corona. Namun kabar tersebut dibantah oleh Edi Purnomo, perangkat desa setempat yang mewakili keluarga korban.

“Korban meninggal karena serangan jantung. Jadi ini sekaligus saya klarifikasi bahwa korban meninggal bukan karena virus corona seperti yang selama ini ramai dibicarakan di medsos,” kata Edi disela-sela pelayat yang datang ke rumah korban.

Sementara Yoso, suami korban belum bisa dimintai keterangan terkait kematian istri tercintanya. Ia meminta Edi, Kepala Dusun setempat, untuk mewakilinya menjawab pertanyaan wartawan.

Suami korban menerima dokumen milik korban dari Kadisnaker Ponorogo. (Foto: arahjatim.com/rib)

Meski korban baru sepuluh hari tiba di Hong Kong, namun karena proses keberangkatannya sesuai prosedur, maka mendiang memiliki hak-hak yang diterimakan kepada ahli warisnya.

“Meskipun baru sepuluh hari di Hong Kong namun karena almarhumah Bu Mariyani ini berangkat sesuai prosedur, maka dia memiliki beberapa hak. Salah satunya beasiswa untuk anaknya hingga kuliah S1,” kata Ibet Bedianto, Kepala Dinas Tenaga Kerja Ponorogo.

Setelah semua dokumen diserahkan kepada ahli waris, jenazah korban dini hari tadi langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak pengerah tenaga kerja yang memberangkatkan korban, terkait dengan tes kesehatan di laboratorium sebelum korban diberangkatkan. (rib)