Vinanda Prameswati Rombak Kabinet, Jamin Pelayanan Publik “Profesional dan Berintegritas”

oleh
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Wali Kota Kediri termuda, Vinanda Prameswati, melakukan gebrakan awal kepemimpinannya dengan merombak total jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (setara Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.

Langkah mutasi besar-besaran ini bukan sekadar pergantian, melainkan upaya strategis untuk “meningkatkan kinerja” dan “memberikan penyegaran” yang bertujuan akhir pada “pelayanan yang terbaik bagi masyarakat”.

Vinanda Prameswati menegaskan bahwa mutasi ini adalah kebutuhan organisasi Pemkot Kediri agar dapat berjalan “dengan lancar, dengan efektif, dengan efisien”.

pasang iklan_rev3

Jabatan-Jabatan Strategis yang Dirombak

Dalam perombakan ini, sejumlah wajah baru dan pergeseran posisi mengisi pos-pos kunci. Di jajaran Asisten, ada Bagus Alit sebagai Asisten Administrasi Umum, Hery Purnomo mengisi Asisten II Ekonomi dan Pembangunan, dan Syamsul Bahri menduduki Asisten Pemerintahan dan Kesra.

Untuk posisi Staf Ahli, Wali Kota menunjuk Zachrie Ahmad (Bidang Masyarakat dan SDM), Wahyu Kusuma (Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan), serta Mukhlis (Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kini dijabat oleh Ferry Djatmiko, sementara Tanto Wijohari memimpin Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Urusan keamanan politik diserahkan kepada Didik Catur sebagai Kepala Bakesbangpol, dan Paulus Luhur Budi dipercaya memimpin Satpol PP.

Fokus Pelayanan Dasar: Sejumlah Pos Penting Lowong

Sejumlah dinas teknis yang menjadi jantung pelayanan publik juga mengalami pergantian. Di sektor pendidikan, Mandung Sulaksono menjabat Kepala Dinas Pendidikan. Sektor infrastruktur dikendalikan oleh Endang Kartika Sari di Dinas PUPR dan Anang Kurniawan di Dinas Perkim.

Sementara itu, dinas lain yang kini dipimpin pejabat baru adalah Bambang Priyambodo (Kepala Disbudparpora), Arief Cholisudin Yuswanto (Kepala Dinas Perhubungan), Un Achmad (Kepala DKPP), Indun Munawaroh (Kepala DLHKP), Imam Muttaqin (Kepala Dinas Sosial), Eko Lukmono (Kepala Dinkop UMTK), M. Ridwan (Kepala Disperdagin), Chevy Ning Suyuti (Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan), dan Roni Yusianto (Kepala Kominfo).

Menariknya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dipegang oleh dr. Fajri, sementara jabatan strategis seperti Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Inspektorat, dan Kepala Dinas Kesehatan saat ini masih berstatus kosong.

“Yang pasti secepatnya akan kita isi yang kosong-kosong. Mohon doanya, mohon dukungannya dari masyarakat,” ujar Wali Kota. 

Ia menegaskan, pengisian jabatan yang lowong ini juga semata-mata untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Kediri.

Tantangan Berat dan Janji Integritas

Wali Kota Vinanda Prameswati menyadari bahwa pejabat baru akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ia menekankan bahwa setiap daerah, termasuk Kota Kediri, memiliki tantangan tersendiri “yang harus kita selesaikan secara bersama-sama”. Kolaborasi antara “pemerintah kota, masyarakat kota Kediri, serta seluruh pihak” menjadi kunci utama.

Kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, Vinanda memberikan pesan tegas: “Kita sebagai pelayan publik harus bekerja secara profesional, berintegritas, bertanggung jawab, dan harus punya semangat pengabdian”.

Untuk memastikan komitmen ini, para pejabat baru diwajibkan membuat pernyataan kesiapan. “Kita juga ada pernyataan yang menyatakan bahwa mereka siap bekerja secara bertanggung jawab dan berintegritas. Semacam MOU gitu Mbak ya? Ya, secara pernyataan,” tutup Vinanda Prameswati.

No More Posts Available.

No more pages to load.