Kediri, ArahJatim.com — Hari ini, Perguruan Taman Siswa genap berusia 103 tahun. Sebuah usia yang menandai perjalanan panjang lembaga pendidikan yang didirikan Ki Hadjar Dewantara sejak sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada 3 Juli 1922.
Dalam kurun waktu 10 tahun sejak berdiri, Taman Siswa berkembang pesat hingga memiliki 30 cabang di seluruh Indonesia. Kediri menjadi salah satu cabang penting dan berpengaruh setelah Yogyakarta, pusat utama perguruan ini.
“Boleh dikatakan, waktu itu Kediri ini nomor dua setelah Yogyakarta,” ujar Bapak Soepomo, Ketua Yayasan Taman Siswa Kediri, saat memberikan sambutan dalam peringatan hari jadi yang digelar hari ini.
Ia menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya, Taman Siswa di Kediri memiliki beberapa satuan pendidikan, antara lain Taman Indria (setingkat TK), Taman Dewasa (setingkat SMP/SMA), dan Taman Karya (pendidikan keterampilan/kesenian). Pada masa lalu, bahkan sempat berdiri lembaga setara SPG (Sekolah Pendidikan Guru) bernama Taman Burung.
Tidak hanya merayakan ulang tahun, hari ini juga menjadi momen spesial dengan peresmian sebuah patung tokoh Taman Siswa di halaman sekolah. Patung ini merupakan sumbangan dari seorang donatur asal Jambrang, sebagai bentuk dukungan moral dan historis terhadap perjuangan pendidikan ala Taman Siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang masih memiliki simpati dan perhatian terhadap Perguruan Taman Siswa,” lanjut Soepomo usai peresmian patung Ki Hajar Dewantara, Kamis (3/7/2025)
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya tugas Taman Siswa saja, tetapi juga tugas bersama antara masyarakat dan pemerintah baik daerah maupun pusat.
Soepomo berharap peresmian patung ini menjadi tonggak semangat baru bagi Taman Siswa Kediri untuk terus berkembang, termasuk dengan membuka jurusan baru seperti kesenian dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya BKD (Balai Kebudayaan Daerah).
“Kami membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menitipkan putra-putrinya di Taman Siswa. Kami siap menjadi tempat pendidikan karakter yang berpijak pada nilai-nilai budaya dan kebangsaan,” tutupnya.










