Sedekah Bumi, Tradisi Kebersamaan Warga Simo Kalangan

oleh
oleh

Surabaya, ArahJatim.com – Sedekah Bumi, tradisi Jawa yang masih dilestarikan oleh warga Simo Kalangan, Sukomanunggal, Kota Surabaya. Maysarakat Jawa biasa merayakannya pada saat pergantian tahun baru Hijriah yang kebetulan bertepatan dengan hari perayaan kemerdekaan bangsa Indonesia ke 77.

Rentetan acara disemarakkan dengan penampilan Jaranan hingga Reog yang membuka acara di jalanan Simo Kalangan. Warga penuh sesak menyaksikan kebudayaan yang melegenda itu.

Meski jalanan kampung yang sempit, tak menyurutkan antusias warga untuk berbondong-bondong datang menyaksikan.

pasang iklan_rev3

Di sela acara sorak sorai pentonton, Ketua Panitia Penyelenggara, Pujianto berujar jika parayaan Sedekah Bumi ini sudah dimulai sejak Kamis (11/8) kemarin. Dimulai dengan mengkhatamkan Quran, hingga tepat pada Minggu (14/8) yang merupakan puncak perayaannya.

“Kemarin Kamis kita sudah Khataman dan Istighosah, dan nanti sore sudah dimulai bazar yang tadi pagi sudah Reog,” kata Pujianto.

Tak sampai di situ, Pujianto juga mengatakan pada malam harinya acara kembali dilanjutkan dengan musik yang digagas pada kedake 1950 an, yaitu Campursari.

Selain itu, penampilan Wayangan juga tak luput dari perhatian panitia penyelenggara. Wayangan itu sudah diadakan sejak lama saat perayaan sedekah bumi berlangsung.

“Tujuan dari diadakannya sedekah bumi itu sebenarnya bagian dari ungkapan rasa syukur kita kepada Allah,” ungkapnya.

Sejarah Mula Diadakan Sedekah Bumi di Simo Kelangan

Menyambung penjelasan Pujianto, Penanggungjawab acara, Isroni menceritakan awal diadakannya sedekah bumi di Pedukuhan Simo. Ia menyebut adanya leluhur yang dahulu menghuni wilayah Pedukuhan Simo. Leluhur itu dinamai Jaka Lelana.

“Itu istilahnya pembabat alasnya Kelurahan Simo Mulyo. Berkat jasa beliau baru ada penduduk yang masuk,” jelas lelaki yang biasa disapa Roni tersebut.

Dulunya penduduk asli di Pedukuhan Simo rata-rata bermatapencaharian sebagai petani yang diperakarsai oleh Jaka Lelana. Dari situ warga Pedukuhan Simo merasa berterimakasih kepada Jaka Lelana.

“Berdirinya Simomulyo ini jauh sebelum masa kemerdekaan,” jelasnya singkat.

Sambung Isroni, acara Sedekah Bumi sebenarnya untuk mengedukasi warga agar selalu bersyukur atas segala rezeki yang dilimpahkan. Termasuk hasil panen yang dipersembahkan untuk dimakan bersama-sama.

“Kita tetap melestarikan budaya nenek moyang, kita tidak boleh melupakan. Harus dijaga,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.