SatpolPP Pamekasan Di Demo; Kasat PolPP Hilang Dengan Alasan Tugas Keluar Kota

oleh -
oleh

Pamekasan, ArahJatim.com – Puluhan massa aksi dari LKPP (Lembaga Kajian, Penelitian dan Pembangunan) Jawa Timur menutut ketegasan penutupan tempat-tempat karaoke yang semakin menjamur di Kabupaten Pamekasan.

Para pendemo menuntut ketegasan dari satuan polisi pamong praja Kabupaten Pamekasan, namun anehnya saat di gruduk LKPP Jatim SatpolPP terlihat lemah dan tidak tegas menindak kepada para Bos-bos besar para pengusaha karaoke dan terasa takut serta KasatpolPP terlihat sengaja menghindar dengan alasan tugas keluar kota.

Korlap Aksi, Saiful Bahri menegaskan bahwa Satuan Polisi Pamong praja Kabupaten Pamekasan tidak hanya berani bertindak tegas kepada para orang kaya yang berduit.

arahjatim new community
arahjatim new community

“Kedatangan kami kesini hanya menuntut ketegasan dari SatpolPP Pamekasan, untuk berani menutup secara permanen tempat-tempat karaoke yang ada di bumi gerbang salam”, tegasnya.

“Jika berani ayo sekarang kita sweeping bersama tempat-tempat karaoke dan tutup permanen, itu pun kalo satpolPP ini bertaring dan bertaji kepada para Bos-bos besar”, Ucapnya.

“Untuk sekarang tuntunan kami tidak di indahkan oleh SatpolPP dan kami menuntut pertanggal 8 February 2023 pada hari Selasa pukul 10.00 wib, tidak ada info kepada kami maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar untuk jilid kedua. Kami datang kesini sesungguhnya mau bertemu langsung dengan Kasat PolPP Pamekasan dan ingin meminta ketegasan langsung dari kasatPolpp Pamekasan”,imbuhnya.

Sementara Kabid Gakda (Penegak Perda), Ida Rasuli menegaskan semua ada aturannya serta ada mekanismenya.

“Jika teman-teman dari LKPP Jatim mengajak sweeping langsung hari ini, mohon maaf, karena saya tidak mempunyai kebijakan. Karena jabatan saya hanya sebagai Kabid Gakda bukan Kepala SatpolPP Pamekasan”,ujarnya.

“Secara langsung jika ada sweeping, atau penutupan harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Polsek, Koramil atau pihak-pihak pemangku jabatan didaerah tersebut. Jika tanpa koordinasi pihak kami juga nanti disalahkan karena menyangkut tempat hiburan bukan PKL”,pungkasnya.(ndra)

No More Posts Available.

No more pages to load.