Tulungagung, ArahJatim.com – Ada catatan yang tidak banyak dimunculkan oleh Dinas pendikan Kabupaten Tulungagung, dalam refleksi peringatan Hardiknas Tahun ini emang secara seremonial, kegiatan itu cukup memberikan arti peringatan, tetapi satu hal, terkait banyaknya SD Negeri di kabupaten ini rata – rata muridnya sangat memprihatinkan jumlahnya. Hal Inilah sangat terlihat dari hasil penerimaan murid baru dari tahun Ketahun.
Terus menyusutnya jumlah murid di Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Tulungagung, menjadi catatan di Hari Pendidikan Nasional 2023 ini. Minat orang tua menyekolahkan anak ke Sekolah Dasar Negeri, makin menurun seiring berkembangnya sekolah sekolah (SD ) yang dikelola pihak swasta, ataupun yayasan yayasan keagamaan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Rahadi Puspita Bintara melalui Sekretaris Syaifudin Juhri mengatakan pihaknya tidak dapat berbuat banyak dengan keputusan orang tua yang menyekolahkan anak di pendidikan swasta.
“Kita tidak dapat berbuat banyak, masalahnya komplek,” kata Juhri, dikantornya, Selasa 2/5/2023,kemarin.
” Selain kekurangan pendidik, kebijakan pendidikan gratis yang di Tulungagung dan pernah dikuatkan dgn regulasi daerah ( perbub No. 14 Tahun 2016 tentang Pendanaan Pendidikan di Kabupaten Tulungagung. )membuat sekolah, serba sulit berkembang dan ketinggalan inovasi dengan swasta dalam penyediaan fasilitas baik penunjang atau lainnya,” kata juhri
Beberapa wali murid yang ditemui ArahJatim.com di beberapa wilayah , diluar wilayah kota, mengaku SD di desanya kalah dengan lembaga swasta, atau yayasan keagamaan lain.
” Disekolah, atau di yayasan itu ( MI ) banyak kegiatan dan anak anak diberi fasilitas lebih. Kami ingin anak anak mendapat banyak ilmu dan pendidikan plus. Kalau di SD desa, cuma begitu begitu saja”, papar ibu Juniarti, warga desa di wilayah kecamatan Karangrejo.
Disisi lain dinas pendidikan kabupaten Tulungagung, juga menjelaskan, pihaknya tetap mendorong guru di semua sekolah di Kabupaten Tulungagung untuk optimal memberikan pelajaran bagi murid. Namun, di sisi lain sekolah swasta yang menerapkan sistem berbayar semakin atraktif dalam memberikan pelayanan dan penunjang pembelajaran. (dni)












