Posyandu Lansia Mojosari, Upaya Desa Terus Jaga Kwalitas Hidup Warganya

oleh
oleh

Tulungagung, ArahJatin.com – Sebagai bagian dari program pemerintah untuk terus mensejahterakan warganya dari segala tingkatan, desa merupakan bagian terpenting yang tidak bisa dipisahkan perannya untuk itu.

Seperti yang telah lama dijalankan di desa Mojosari, kecamatan Kauman Tulungagung, posyandu Lansia berjalan secara konsisten dan terprogram. Hal itu seperti penuturan salah seorang kader, untuk posyandu lansia Mojosari selalu rutin dijalankan pada setiap hari Rabu, Minggu ketiga setiap bulanya. Dalam kegiatan itu, rata rata posyandu Lansia Mojosari, selalu didatangi tidak kurang 60 – 75 warga lansia secara rutin. Adapun target sasaran, dengan berbagai kepentingan, mulai dari masalah kesehatan, dan beberapa keperluan sosial bagi para usia usia lansia.

Dalam perbincangan dengan media ArahJatim.com, kepala desa Mojosari kecamatan Kauman Tulungagung, Agus Rifa’i membenarkan kegiatan rutin desanya dalam memberikan manfaat bagi masyarakatnya. Hal itu menarik, karena program ini ternyata mendapat sambutan menggembirakan dari para kader, tokoh dan warga masyarakat.

pasang iklan_rev3

” Alhamdulillah, program ini sebenarnya cukup sederhana dan simpel. Desa sebagai lembaga pelayanan, harus memberikan yang terbaik bagi warga. Siapapun itu. Hal ini menyangkut tentang kesehatan misalnya. Selain posyandu bagi ibu dan bayinya, masalah lansia juga harus mendapat porsi perhatian desa yang sama. Ini sebagai upaya desa Mojosari, untuk selalu mengelola kesejahteraan warganya , termasuk menjaga kwalitas hidupnya. Ini modal desa yang tidak ternilai besarnya. Kalau masyarakat kwalitas hidupnya bagus, maka dipastikan program program pembangunan lainnya , akan bisa bermanfaat bagus “, ungkap Mbah Lurah Fa’i panggilan akrap kades Mojosari Kauman Tulungagung .

Seperti diketahui bersama, Posyandu lansia memiliki peran penting untuk menjaga kualitas hidup lansia di masyarakat. Selain memberikan pelayanan kesehatan, unit pelayanan terkecil ini juga akan memfasilitasi berbagai kegiatan non-medis agar lansia memiliki wadah untuk berkarya dan berkegiatan.

Di Indonesia sendiri berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, telah terjadi peningkatan jumlah penduduk lansia yang tadinya berjumlah 18 juta jiwa di tahun 2010, sudah bertambah menjadi 25,9 juta jiwa pada tahun 2019. Jumlah warga lansia pun diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 48,2 juta jiwa di tahun 2035.
Melihat hal tersebut, peran Posyandu lansia bisa lebih krusial dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab, inilah unit pelayanan kesehatan terkecil yang paling dekat dengan keseharian warga. Dengan adanya Posyandu, kualitas hidup warga senior diharapkan bisa terus meningkat. (dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.