Pemerintah Luncurkan MPLS Sebagai Program Orientasi Siswa Baru

oleh
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48266794956_632f24311d_b.jpg
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Sunarto. (Foto: arahjatim.com/fik)

Bangkalan, ArahJatim.com – Tahun ajaran baru 2019/2020 akan segera dimulai dan pemerintah sudah mempunyai program MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang akan diselenggarakan di tiap sekolah. MPLS akan dilaksanakan oleh sekolah yang telah melakukan penerimaan peserta didik baru (PPDB). MPLS merupakan kegiatan pertama masuk sekolah untuk mengenalkan program sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, pengenalan diri serta pendidikan karakter bagi siswa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Sunarto menjelaskan program tersebut dilaksanakan untuk mengganti program yang sudah ada sebelumnya, dan untuk MPLS tidak boleh melibatkan alumni, senior, serta pihak lain yang tidak diperbolehkan.

“Di MPLS ini tidak boleh lagi melibatkan kakak kelas, alumni, maupun siswa senior, agar nantinya tak ada lagi peristiwa yang tidak diinginkan seperti dulu. Hal ini untuk meminimalisir intimidasi baik fisik maupun bulying” tutur sunarto

pasang iklan_rev3

Selain itu, lanjutnya, MPLS juga diharapkan akan menjadi program bagi siswa untuk mengembangkan kreativitasnya, serta tempat pendidikan karakter unggulan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Outputnya saya berharap program MPLS ini akan sangat berguna untuk membantu mengembangkan kreativitas anak-anak. Saya lihat saat ini para siswa belum memiliki kreativitas yang diharapkan, ya contohnya dengan mengecat pot bunga biar keliatan berwarna,” tambah Sunarto.

Nantinya, program tersebut tak hanya untuk mengembangkan kreativitas siswa, namun juga untuk melatih kedisiplinan siswa dengan memasukkan latihan baris-berbaris pada saat program berjalan, disamping program lain seperti mencintai lingkungan hidup, keakraban antarsiswa, serta hal lain yang turut serta membantu perkembangan siswa.

“Yang diperbolehkan ikut MPLS itu seperti tenaga kesehatan meliputi dokter dan orang dari puskesmas, sedangkan untuk penguatan pendidikan karakter biasanya melibatkan Polri dan TNI,” pungkasnya. (Fik)

No More Posts Available.

No more pages to load.