Menjawab Tantangan Era AI, FKIP UNEJ dan HPI Cetak Penerjemah Adaptif dan Profesional

oleh
oleh

​Teknologi AI Dinilai Bukan Ancaman, Mahasiswa Diajak Kuasai CAT Tools dan Strategi Pasar Kerja

Jember, ArahJatim.com — Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terus mengubah peta dan lanskap industri bahasa global. Merespons tantangan tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ) bergandengan tangan dengan perusahaan jasa bahasa Translation Transfer dan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) menggelar Workshop Penerjemahan Profesional.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus UNEJ Jember pada Jumat (23/10/2026) ini dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan antara teori di bangku perkuliahan dengan kebutuhan riil industri penerjemahan modern.

pasang iklan_rev3

Dua pakar utama dihadirkan untuk membedah dinamika industri dari dua sudut pandang berbeda: CEO Translation Transfer, Zakkyl Fikri Pratama, S.S., M.Li., mewakili praktisi bisnis, serta Ketua Umum HPI, Dr. Indra Listyo, S.Pd., M.Hum., dari kacamata asosiasi profesi.

Mewakili panitia acara, Fadhil Karim dari Translation Transfer menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga adaptif terhadap disrupsi teknologi.

Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan fakultas, antara lain Dekan FKIP UNEJ Dr. Moh. Na’im, M.Pd.; Sekretaris Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS) Dr. Annur Rofiq, M.A., M.Sc.; Ketua Kegiatan Mutiara Bilqis, S.Pd., M.Pd.; serta Sekretaris Kegiatan Sunoko Setyawan, S.Pd., M.Pd.

AI Bukan Ancaman, Melainkan Peluang

Dalam paparan materinya, CEO Translation Transfer Zakkyl Fikri Pratama mengupas tuntas lanskap bisnis penerjemahan terkini, strategi menembus pasar kerja, hingga tips bertahan di era kecerdasan buatan. Menurut Zakkyl, kemajuan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang menyingkirkan peran manusia.

“Kehadiran teknologi AI justru menjadi peluang besar bagi penerjemah yang mau beradaptasi. Kuncinya ada pada penguasaan perangkat bantu penerjemahan atau CAT tools (Computer-Assisted Translation) serta pemahaman yang baik tentang bursa kerja internasional tempat lowongan penerjemahan diposting,” terang Zakkyl.

Ia menekankan bahwa sinergi tiga pilar, perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan industri, menjadi krusial agar mahasiswa tidak gagap saat melangkahkan kaki ke dunia kerja. Translation Transfer sendiri dikenal sebagai penyedia layanan penerjemah resmi dan jasa bahasa profesional yang beroperasi secara luas (dapat diakses melalui situs resminya di www.penerjemahresmi.id).

Etika dan Integritas: Sisi Humanis yang Tak Tergantikan Teknologi

Dari perspektif keprofesian, Ketua Umum HPI Indra Listyo melengkapi wawasan peserta dengan menyoroti isu etika dan integritas alih bahasa.

 Lewat pembedahan kasus dari naskah proyek nyata yang pernah ditanganinya, Indra menunjukkan bahwa peran penerjemah jauh melampaui sekadar mengalihbahasakan kata demi kata.

“Pekerjaan penerjemah menuntut ketelitian, integritas, dan tanggung jawab moral. Kemampuan inilah yang tidak dimiliki oleh mesin,” ujar Indra.

Ia menambahkan, kehadiran HPI dan Translation

Transfer dalam forum akademik ini memberikan gambaran nyata mengenai dinamika karier modern. Dengan pemahaman yang proporsional terhadap disrupsi AI, mahasiswa dan dosen FKIP Pendidikan Bahasa Inggris UNEJ diharapkan mampu menangkap peluang baru sebagai penerjemah yang kompetitif dan beretika.

Ruang Belajar Interaktif yang Menginspirasi

Diskusi berjalan hangat dan interaktif. Antusiasme puluhan peserta terlihat dari tajamnya pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka sepanjang sesi tanya jawab.

Ketua Panitia Kegiatan, Mutiara Bilqis, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas suksesnya gelaran ini. Ia menilai materi yang dibawakan kedua narasumber saling melengkapi dan memberi dampak nyata bagi para peserta.

“Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa karena memadukan gambaran realistis bisnis penerjemahan sekaligus etika keprofesiannya. Kami berharap workshop ini menjadi bekal kuat bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi penerjemah yang profesional, adaptif, dan berintegritas,” pungkas Bilqis. (nsk)

No More Posts Available.

No more pages to load.