Masjid Al Kalid Kediri Sediakan ATM Beras , Sebagai sarana Berinfag dan Sodakoh

oleh -
Takmir Masjid Al Khalid memberikan kartu ATM beras kepada warga kurang mampu. (Foto: ArahJatim.com/bud)

Kediri, ArahJatim.com – Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) biasanya mengeluarkan uang jika diakses oleh penggunanya. Namun di Kota Kediri ada mesin ATM yang mengeluarkan beras dan khusus untuk warga miskin.

Bertempat di Masjid Al- Khalid, Semampir Kota Kediri mesin berkapasitas 250 kg beras itu diletakkan di serambi masjid bagian belakang. Bentuknya mirip seperti mesin ATM dan vending machine.

Di bagian layar tertulis “ATM Beras” . Cara kerjanya cukup dengan menyentuhkan kartu ke mesin dan akan keluar beras dari bagian bawah, tidak perlu menekan nomor pin.

Ketua Takmir Masjid Al Khalid, Slamet mengatakan mesin tersebut merupakan sumbangsih atau hibah dari Alumni SMA 2 Kediri, Ari Wibowo, dan diberikan kepada takmir untuk dipergunakan sebaik mungkin bagi kaum dhuafa.

“Dihibahkan di Masjid Al Khalid. Ini untuk pertama kalinya di Kota Kediri, oleh pak Ari Wibowo yang membangun masjid dan alumni dari Smada Kediri agar dipergunakan sebaik mungkin untuk kaum dhuafa,” kata Slamet di Masjid Al Khalid, Jumat (8/3/2019).

Mesin tersebut bisa disetting sesuai dengan hasil klarifikasi dari tim terhadap dhuafa calon penerima beras gratis. Mesin terhubung dengan jaringan nirkabel yang akan memberikan informasi kepada admin setelah kartu di”tap”.

“Bisa tentukan penerima kartu nomor berapa ini butuh banyak, bisa keluar banyak. Misal janda tunggal kebutuhannya kan sedikit, bisa diatur,” Imbuh Slamet.

Untuk awal penggunaan ini, panitia memberikan kartu ATM Beras kepada kaum dhuafa di sekitar Masjid dan yang menjadi pekerja di Masjid sebanyak 60 kartu. Tidak hanya sekedar memberikan beras, program ini juga diikuti dengan kegiatan masjid bagi penerimanya.

Sementara itu menurut Ari Wibowo, pria yang menghibahkan mesin ATM Beras sekaligus yang membangun masjid Al Khalid mengaku, mesin ATM ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mereka yang benar membutuhkan, serta menjadi suatu media yang beda bagi para dermawan dan yang akan memberikan infaqnya dalam bentuk beras maupun uang.

“Semoga menjadi media yang beda bagi para dermawan dan ingin memberikan infaq maupun hartanya bagi mereka yang membutuhkan melalui ATM Beras, bisa uang langsung dimasukkan ke mesin maupun beras diserahkan ke takmir,” jelas Ari.

Diharapkan jumlah penerima akan terus bertambah begitupun juga sumbangan beras dari donatur. Untuk awal kegiatan, beras disumbang oleh Takmir Masjid.

Alat seharga kisaran Rp 30 Juta itu memang bukan yang pertama kali di Indonesia, namun bagi Jawa Timur ATM Beras di Kota Kediri menjadi yang pertama kali.

Pengoprasian ATM Beras untuk pertama kalinya itu membuat penasaran warga sekitar dan banyak yang menyaksikan. Alat tersebut memang cukup efektif karena mempercepat jalannya antrean sehingga tidak perlu menunggu lama mendapat giliran. (Bud)