Kediri, ArahJatim.com — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus mempercepat upaya penanganan stunting dan penguatan pembangunan keluarga di tingkat tapak. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama Mitra Kerja yang berlangsung di Balai Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan warga, kader Posyandu, dan tokoh masyarakat lokal ini berfokus pada langkah konkret penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Intervensi Berkelanjutan dari Hulu ke Hilir
Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN Pusat, drg. Widwiono, M.Kes., menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh sepanjang siklus kehidupan manusia untuk menekan angka stunting.
Menurutnya, edukasi kesehatan reproduksi dan pendampingan gizi tidak hanya ditujukan bagi ibu hamil, melainkan harus dimulai sejak masa remaja serta calon pengantin.
“Penguatan SDM tidak bisa dilakukan secara mendadak saat anak sudah lahir. Pencegahan stunting harus ditarik ke hulu, mulai dari kesiapan calon pengantin, pemeriksaan kesehatan, hingga pendampingan ketat selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” ujar drg. Widwiono dalam keterangannya.
Komitmen Daerah dan Program MBG 3B
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra. Sofia Hanik, MM., memaparkan implementasi berbagai program unggulan daerah, termasuk skema Makan Bergizi Gratis bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (MBG 3B).
Sofia menjelaskan bahwa Kabupaten Kediri menjadi salah satu wilayah prioritas penerima manfaat program intervensi gizi di Jawa Timur. Berdasarkan data verifikasi lapangan, sasaran penerima manfaat MBG 3B di Kabupaten Kediri mencakup puluhan ribu keluarga yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
“Sinergi lintas sektor di tingkat desa menjadi kunci keberhasilan. Lewat gerakan gotong royong dan pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK), kita memastikan bantuan gizi dan edukasi pola asuh benar-benar sampai ke sasaran yang membutuhkan,” tegas Sofia Hanik.
Dukungan Legislatif untuk Kesejahteraan Desa
Dukungan terhadap program Bangga Kencana juga ditegaskan oleh Anggota DPR RI Dapil Jatim VI, Pulung Agustanto, S.I.P. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga legislatif sangat krusial untuk memastikan kesejahteraan masyarakat desa dapat terwujud secara merata.
“Kami di DPR RI berkomitmen penuh mendukung kebijakan dan pengawasan program-program pemberdayaan keluarga ini agar dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat di pedesaan, khususnya di wilayah Kediri,” kata Pulung singkat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat Desa Purwokerto diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gizi keluarga, pola asuh anak yang tepat, serta memanfaatkan layanan Posyandu secara rutin demi melahirkan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing.












