Madiun, ArahJatim.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mempertegas komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang selama masa angkutan natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penguatan layanan Pos Kesehatan Stasiun (Poskes) yang beroperasi penuh selama 24 jam di berbagai titik strategis.
Layanan ini hadir sebagai bagian dari sistem perlindungan kesehatan terpadu, tidak hanya bagi para pelanggan, tetapi juga bagi seluruh petugas yang berdinas di area stasiun. Dengan tingginya okupansi penumpang di penghujung tahun, kehadiran tim medis menjadi krusial untuk mengantisipasi segala bentuk kegawatdaruratan.
Garda Terdepan Penanganan Medis di Stasiun
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa Poskes berfungsi sebagai garda terdepan dalam memberikan tindakan medis awal. Mulai dari Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) hingga penanganan kondisi darurat sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih besar.
”Kami ingin memastikan setiap situasi medis di lingkungan stasiun direspon secara cepat dan tepat. Kehadiran tenaga kesehatan profesional di Poskes adalah jaminan bahwa keselamatan dan kesehatan pelanggan adalah prioritas utama kami,” ungkap Tohari pada Minggu (28/12).
Tiga Pilar Layanan Kesehatan Daop 7 Madiun
Layanan kesehatan di wilayah Daop 7 Madiun dirancang secara komprehensif melalui tiga fungsi utama:
- Pemeriksaan Kesehatan Awak KA (Posrikes): Sebelum berdinas, seluruh masinis, asisten masinis, hingga kondektur wajib menjalani pemeriksaan fisik. Menariknya, tim medis dilarang memberikan obat yang memicu kantuk demi menjamin keamanan perjalanan kereta api.
- Penanganan P3K & Darurat: Tim medis siap melayani keluhan kesehatan mendadak dari pelanggan di area stasiun secara cepat.
- Sistem Rujukan Terintegrasi: Jika ditemukan kondisi yang memerlukan tindakan spesialis, petugas akan langsung berkoordinasi dengan Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk proses rujukan kilat.
Sebaran Lokasi Pos Kesehatan di Wilayah Daop 7
Untuk memastikan jangkauan yang luas, KAI Daop 7 telah menempatkan Pos Kesehatan di 7 stasiun besar yang menjadi pusat mobilisasi penumpang, yaitu:
- Stasiun Madiun (MN)
- Stasiun Nganjuk (NJ)
- Stasiun Kertosono (KTS)
- Stasiun Jombang (JG)
- Stasiun Kediri (KD)
- Stasiun Tulungagung (TA)
- Stasiun Blitar (BL)
Selain itu, terdapat satu unit khusus Pos Pemeriksaan Kesehatan (Posrikes) yang berpusat di UPT Crew KA Madiun, fokus memantau kesiapan fisik awak sarana perkeretaapian.
Petugas Frontliner Dibekali Keahlian Gawat Darurat
Menyambut masa angkutan Nataru 2025/2026, KAI tidak hanya mengandalkan tenaga medis. Seluruh petugas frontliner, mulai dari Kondektur, Teknisi KA, Prama/Prami, hingga petugas Customer Service, telah dibekali pelatihan kondisi kegawatdaruratan.
Langkah ini dilakukan agar seluruh kru di lapangan memiliki respon yang sigap dan tanggap jika menemui pelanggan yang membutuhkan bantuan medis segera di atas kereta maupun di peron.
”Kami berharap layanan 24 jam ini memberikan ketenangan bagi pelanggan di tengah tingginya arus mudik dan balik. KAI Daop 7 akan terus berupaya agar setiap perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan terlindungi,” tutup Tohari.
Informasi Lebih Lanjut:
Bagi penumpang yang merasa kurang sehat saat berada di stasiun, jangan ragu untuk segera menghubungi petugas terdekat atau langsung menuju Pos Kesehatan yang tersedia secara gratis.










