Mengaku Iseng dan Belajar Otodidak dari YouTube, Gisela Simpan Cita-Cita Masuk UB Usai Taklukkan Ratusan Peserta Se-Indonesia.
Kediri, ArahJatim.com – Pepatah “sepi ing pamrih, rame ing gawe” tampaknya sangat cocok menggambarkan sosok Gisela Valencia Putri (15). Tanpa banyak wara-wiri atau heboh di awal, siswi kelas X SMK TI Pelita Nusantara Kediri ini berhasil mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Gisela sukses meraih Medali Perak dalam ajang Olimpiade Bahasa Indonesia Tingkat Nasional yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai pelosok tanah air. Uniknya, prestasi tersebut diraih secara mandiri tanpa sepengetahuan pihak sekolah sejak awal pendaftaran.
Berawal dari “Iseng” Scroll Instagram dan Ingin Tes Kemampuan
Perjalanan Gisela terbilang cukup unik dan menginspirasi. Berbeda dengan remaja seusianya yang menggunakan media sosial sekadar untuk hiburan, dara asal Desa Manggis, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ini justru memanfaatkan alur linimasa Instagram-nya untuk berburu informasi bermanfaat.
“Awalnya lihat teman ada yang ikut olimpiade, terus saya tanya cara daftarnya. Pas tahu ada mata pelajaran Bahasa Indonesia, saya tertarik buat ikut sekalian ngetes kemampuan,” tutur anak kedua dari pasangan Hadi Siswanto dan Ani Tri Asmawati tersebut, Selasa (6/10/2026)
Persiapan yang dilakukannya pun terbilang singkat, yakni sekitar dua minggu. Tanpa bimbingan khusus, Gisela mengasah kemampuannya secara mandiri dengan membuka kembali catatan pelajaran lama serta memperdalam materi lewat tayangan edukasi di YouTube.
Meski sempat ragu dan merasa soal-soal yang diujikan secara daring pada September lalu cukup berat, kejutan manis akhirnya menghampiri. Nama Gisela keluar sebagai salah satu peraih medali perak.
Bikin Kaget Sekolah dan Bawa Angin Segar untuk Teman Sebaya
Saat ditemui di sekolahnya yang berlokasi di Jalan Tangkis No. 120 (Gapura Jl. Miladiyyah), Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri pada Selasa (6/10/2026), pihak sekolah mengaku kaget sekaligus bangga. Pasalnya, mereka baru mengetahui prestasi tersebut setelah Gisela menerima pemberitahuan resmi dan menunjukkan pesan konfirmasi kemenangan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK TI Pelita Nusantara, Triantoro, S.Kom., mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas inisiatif dan kemandirian anak didiknya tersebut.
“Jujur kami kaget sekaligus sangat bangga. Menerima kabar baik ini tentu sangat menyenangkan karena nama sekolah ikut tercantum di tingkat nasional. Bahkan Gisela juga mendapatkan apresiasi Beasiswa Merdeka,” ujar Triantoro.
Triantoro menambahkan, semangat Gisela menjadi tamparan positif bagi generasi muda saat ini. Di tengah gempuran tren media sosial dan gim daring, Gisela membuktikan bahwa ruang digital bisa diposisikan menjadi wadah untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.
“Langkah Gisela ini sangat menginspirasi. Pihak sekolah, termasuk Kepala Sekolah Pak Trius Marsono, tentu akan mengawal dan mendampingi Gisela untuk ajang-ajang berikutnya. Harapan kami, evaluasi dan pengalaman ini bisa ditularkan ke teman-teman yang lain agar makin banyak siswa yang termotivasi,” tambahnya.
Menatap Emas dan Impian Memasuki Bangku Kuliah
Prestasi ini bukan akhir dari langkah Gisela. Justru, medali perak yang diraihnya menjadi pemicu semangat untuk membidik capaian yang lebih tinggi pada kesempatan berikutnya.
“Pengennya nanti ikut olimpiade Bahasa Indonesia lagi, biar bisa dapat medali emas,” ungkap remaja yang bercita-cita melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Brawijaya (UB) Malang tersebut.
Dukungan penuh pun terus mengalir dari keluarga dan lingkungan sekolah. Tak hanya itu, keberhasilan Gisela kini mulai menularkan gelombang positif di lingkungan sekolahnya.
Banyak teman sebayanya yang mulai tergerak dan mengajak Gisela untuk membentuk kelompok belajar bersama demi menyongsong berbagai kompetisi mendatang. (das)











