Demo Mahasiswa Se-Kabupaten Pamekasan Berakhir Ricuh

oleh
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48806218878_308f4a60b0_b.jpg

Pamekasan, ArahJatim.com – Unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPRD Pamekasan, Jumat (27/9/2019) kemarin berakhir ricuh. Unjuk rasa yang diikuti ribuan mahasiswa perguruan tinggi se-Kabupaten Pamekasan ini menuntut pemerintah membatalkan RUU KPK dan RKUHP.

Kericuhan berawal dari kekesalan mahasiswa yang tidak mau ditemui oleh perwakilan anggota DPRD Kabupaten Pamekasan untuk menyampaikan aspirasinya.

Anggota DPRD Pamekasan, Sahur Abadi yang mencoba berdialog dan berdiskusi dengan perwakilan mahasiswa tidak digubris oleh peserta aksi.

pasang iklan_rev3

Massa berjumlah ribuan yang memaksa masuk ke Gedung DPRD Pamekasan pun tidak terbendung lagi, hingga akhirnya terjadi aksi saling dorong dengan pihak kepolisian.

Karena para pendemo mulai bertindak anarkis dengan melemparkan batu, botol, kayu dan sejenisnya membuat polisi pun bertindak tegas. Polisi membubarkan paksa para peserta demo dengan menyemprotkan air dengan water canon dan tembakan gas air mata. Akibatnya sejumlah mahasiswa dan wartawan cedera dan harus dilarikan ke RSUD Kabupaten Pamekasan.

Meskipun akhirnya berhasil dipaksa mundur, namun sejumlah fasilitas umum tak urung menjadi pelampiasan kekesalan para pengunjuk rasa. Sejumlah pot besar di sepanjang pembatas jalan hancur berantakan akibat aksi anarkis mereka. (ndra)

No More Posts Available.

No more pages to load.