Tulungagung, Arahjatim.com – Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Hal itulah yang kini di ditunjukkan oleh dalang remaja Moch. Thatit Kusuma Wibatsuh, yang kini karier dalangnya sudah semakin “moncer”. Prestasi itu tidak kaleng kaleng, karena ketika dalang remaja itu mengikuti festival, juga menunjukkan prestasi juara. Siapa sebenarnya Ki Thatit Kusuma Wibatsuh itu ?, dia adalah putra dari dalang ” misuhur ” Ki Minto Darsono.
Remaja itu kini tercatat sebagai siswa di SMPN 1 Rejotangan Tulungagung. Kesukaan pada dunia wayang, dia geluti sejak anak anak. Ketika menginjak usia dewasa, ketertarikan pada wayang mulai muncul dalam bentuk mulai memainkan tokoh tokoh yang dipegangnya. Dari situlah kedua orang tua Thatit mulai mengarahkan, bagaimana dan kemana kemauan itu disalurkan.
Tahun 2024 ini, kembali putra Ki Minto Darsono dan Ibu Srini, mengikuti festival dalang , yang diselenggarakan dinas kebudayaan Kabupaten Tulungagung, dan berhasil menyabet juara. Dari pantauan Arahjatim.com, dalang remaja itu sudah menunjukkan kelasnya. Mulai dari penampilan diri, sampai ke tingkat pentas, benar benar sudah seperti dalang dalang dewasa. Hal inilah yang membuat pecinta wayang yang hadir dalam festival itu, mengacungi jempol. Mulai dari ” ontowecono , suluk, serta sabet ” benar benar berwibawa .itulah kelebihan dari Ki Thatit Kusuma Wibatsuh, panggilan kerenya.
Ketika dimintai komentarnya, terkait festival tahun ini, dengan polosnya Thatit bicara tanpa beban.
” Pendapat saya, saya sangat menyukai dunia pagelaran wayang ini. Saya juga berterimakasih kepada semua, orang tua, penonton dan dewan juri. Jujur mas, kalau ukuran saya itu adalah masih tahap terus belajar, maka nomor berapapun itu adalah tahapan. Saat festival, yang penting saya sudah melakukan yang terbaik dari semua pokok pokok pakem pedalangan. Soal angka juara, bagi saya adalah penyemangat”, ungkap Ki Thatit remaja, Rabu, 19/6/2024 di rumahnya, desa Pakisrejo Rejotangan Tulungagung.
Sementara ayahanda Thatit, Ki Minto Darsono, ketika dimintai komentarnya terkait prestasi, dirinya merasa bangga. Tokoh dalang Tulungagung ini bangga bila masih ada generasi generasi muda cinta akan dunia pewayangan, walau harus disesuaikan dengan era dan jamannya.

” Secara umum saya bangga , dunia pakeliran itu juga masih dicintai anak anak muda. Khusus Thatit, saya lebih bangga lagi, karena apa yang diwariskan orang tua, sang anak bisa melanjutkan. Kedepanya saya berharap , ” taruna ngungkuli bapa “, benar benar bisa diwariskan kepada generasinya”, ungkap Mbah Kades Pakisrejo Rejotangan.
Ditambahkan, dalam mendidik anaknya, Mbah Minto kini mempercayakan pada guru dalang, mas Gilang. Dengan tidak banyak ikut campur tangan terhadap perkembangan jiwa dalangnya Thatit, maka dengan mempercayakan proses mendidik oleh guru dalang yang profesional, diharapkan kedepannya, baik prestasi maupun karier kebudayaannya bisa seiring sejalan dalam sebuah kesuksesan. (don1)










