TULUNGAGUNG, Arahjatim.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung terus memperketat pengawasan dan kualitas keselamatan lalu lintas di wilayahnya. Bertempat di kantor Dishub Tulungagung, puluhan petugas penjaga palang pintu kereta api mengikut pelatihan serta pembekalan khusus untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan di lapangan.
Langkah ini diambil mengingat perlintasan sebidang merupakan salah satu titik paling rawan kecelakaan. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Sony Welli Ahmadi, S.STP., M.M., menegaskan bahwa para petugas penjaga palang pintu memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan keselamatan masyarakat.
”Kami tekankan kepada seluruh petugas, yang dijaga bukan hanya palang pintu, tapi nyawa pengguna jalan dan pengguna kereta api. Disiplin waktu, kewaspadaan tinggi, dan patuh SOP itu harga mati,” tegas Sony Welli di hadapan para peserta pelatihan.
Menghadapi Kesadaran Masyarakat yang Masih Rendah
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, para penjaga perlintasan kerap dihadapkan pada minimnya kesadaran tertib lalu lintas dari pengguna jalan. Tak sedikit masyarakat yang masih nekat menerobos palang pintu meski sinyal peringatan sudah berbunyi.
Kondisi tersebut menuntut para petugas tidak hanya sigap secara teknis, tetapi juga memiliki keahlian interpersonal yang baik. Pembekalan yang diberikan mencakup simulasi penanganan gangguan teknis, prosedur koordinasi cepat dengan pihak stasiun dan masinis, hingga teknik komunikasi yang tegas namun tetap humanis saat mengatur lalu lintas.
Melalui dialog interaktif dan peragaan simulasi langsung, Dishub berharap materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan menjadi pedoman kerja harian para personel.
Tuntut Dukungan Sarana dan Sinergi Berkelanjutan
Di sisi lain, Kadishub Tulungagung tak menampik bahwa keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi kendala di lapangan. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih guna menunjang pemenuhan fasilitas keselamatan yang memadai.
Guna memastikan standar keselamatan tetap terjaga, Dishub Tulungagung berkomitmen menjadikan agenda pembekalan ini sebagai program yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, PT KAI, dan kedisiplinan masyarakat diharapkan mampu meminimalisir potensi kecelakaan di perlintasan kereta api secara signifikan. (don1)










