Jember, ArahJatim.com — Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Jember periode 2026–2031 resmi dilantik di Pondok Pesantren Raden Rahmat Sunan Ampel, Minggu (4/10/2026). Dalam kepengurusan baru ini, ICMI Jember ditantang untuk tidak sekadar menjalankan roda organisasi, melainkan tampil sebagai wadah pemikir, penghubung strategis, dan pemacu inovasi pembangunan daerah.
Tantangan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur, Dr. H. Pitono Nugroho. Ia menekankan tiga peran kunci yang wajib diperkuat oleh para pengurus baru, yaitu sebagai think tank, connecting atau konektor sumber daya, serta innovation accelerator.
”Pengurus ICMI yang baru dilantik jangan hanya jadi pengurus, tapi jadilah penggerak,” tegas Pitono di hadapan para hadirin.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Arus inovasi ini dinilai sangat vital untuk mengawal kondisi perekonomian Jember. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Jember mencatatkan angka 5,25 persen dengan PDRB per kapita sekitar Rp45 juta, serta penurunan angka kemiskinan dari 9,1 persen menjadi 8,8 persen. Pitono mengingatkan bahwa capaian statistik tersebut harus dibarengi dengan pemerataan agar seluruh lapisan masyarakat merasakan dampak positif pembangunan.
Potensi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di Jember dinilai sangat kuat untuk didorong menjadi pusat agroindustri. Menurutnya, ruang kolaborasi terbuka lebar antara ICMI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat luas.
Sinergi Cendekiawan dan Pesantren
Ketua ICMI Orda Jember periode 2026–2031, Prof. Dr. Bambang Kuswandi, M.Sc., Ph.D., menegaskan kesiapannya untuk menjadikan ICMI sebagai jembatan antara kaum cendekiawan dengan pesantren. Selain itu, pembinaan generasi muda menjadi fokus utama kepengurusan yang dipimpinnya bersama Narto, S.T.P., M.M. (Sekretaris) dan Moch. Kosim, S.T.P., M.P. (Bendahara).
”Kita mencoba menjadikan ICMI sebagai jembatan antara pesantren dengan cendekiawan muslim. Pondok pesantren harus menjadi kawah candradimuka,” tutur Bambang.
Apresiasi senada datang dari Pemerintah Kabupaten Jember. Membacakan sambutan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, SE, MSc, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Pemkab Jember, Bobby Arisandy, menyebut ICMI sebagai rumah besar bagi para intelektual. Pemkab Jember berharap dari pengukuhan bertema “Merajut Gagasan, Menguatkan Kolaborasi, Membangun Jember Berkelanjutan” ini lahir karya nyata dan gerakan sosial yang memberikan manfaat luas.
Acara pengukuhan tersebut juga dirangkai dengan kegiatan sosial berupa penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. (nsl)










