Kediri, ArahJatim.com — “Terdapat dua penerbangan yang dibatalkan, yaitu penerbangan kedatangan IU 356 dari Jakarta dengan 63 penumpang, serta penerbangan keberangkatan IU 357 menuju Jakarta yang mengangkut 65 penumpang,” ujar General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, Senin (7/9/2026).
Langkah tegas ini diambil menyusul penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) akibat terdampak sebaran abu vulkanik (volcanic ash) erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, Bandara Soekarno-Hatta menghentikan operasional sementara mulai pukul 08.28 hingga 18.00 WIB demi keselamatan penerbangan.
Hak Penumpang: Refund Penuh dan Reschedule Gratis
Menanggapi pembatalan rute Jakarta–Kediri PP ini, pihak maskapai Super Air Jet menyediakan penanganan khusus bagi 128 penumpang yang terdampak:
- Pengembalian Dana (Refund): Pengembalian biaya tiket secara penuh (full fare) melalui agen pembelian.
- Perubahan Jadwal (Reschedule): Bebas biaya (no charge) dengan batas penerbangan baru hingga 13 September 2026.
- Layanan Lapangan: Calon penumpang penerbangan IU 357 yang sudah berada di lokasi diimbau segera melapor ke area check-in untuk mendapat penanganan langsung dari petugas maskapai.
Pengelola bandara mengingatkan seluruh penumpang untuk rutin memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Informasi seputar layanan kebandaraudaraan juga dapat diakses lewat Contact Center InJourney Airports di nomor 172.
Pantau Abu Vulkanik, Keselamatan Jadi Prioritas
Pihak manajemen Bandara Internasional Dhoho menegaskan bahwa penyesuaian operasional ini dilakukan murni atas dasar keselamatan dan keamanan penerbangan.
Saat ini, pihak pengelola terus berkoordinasi intensif dengan BMKG, AirNav Indonesia, dan otoritas maskapai guna memantau arah sebaran abu vulkanik serta perkembangan kondisi cuaca terkini.
Manajemen memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan seluruh fasilitas, personel, serta layanan di Bandara Dhoho tetap siaga menghadapi dinamika situasi di lapangan. (das)










