Jember Perketat Pengawasan Makan Bergizi Gratis 2026, Libatkan Sekolah hingga Posyandu

oleh -
oleh
Berfoto bersama usai kegiatan Advokasi Program Pembudayaan Keamanan Pangan Bagi Penerima Manfaat MBG di Jember

Jember, ArahJatim.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 di Kabupaten Jember kini tak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga memastikan setiap sajian yang sampai ke piring penerima manfaat benar-benar aman dan higienis.

​Langkah ini ditegaskan lewat kegiatan Advokasi Program Pembudayaan Keamanan Pangan Bagi Penerima Manfaat MBG yang digagas oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Jember. Langkah kolaboratif ini diambil demi memperketat pengawasan mutu pangan dari hulu hingga ke hilir.

​Sepiring Nasi, Investasi Masa Depan Bangsa

​Acara advokasi yang digelar penuh hangat ini dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Sekda Jember, Achmad Imam Fauzi, S.P., M.Si.. Puluhan perwakilan dari lintas sektor tampak hadir menyimak, mulai dari pihak sekolah, puskesmas, perangkat desa, hingga Said Karim selaku Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kabupaten Jember.

pasang iklan_rev3

​Dalam sambutannya, Imam Fauzi menekankan bahwa program MBG bukan sekadar kegiatan bagi-bagi makanan gratis biasa. Lebih dari itu, program strategis nasional ini adalah bagian dari rekayasa budaya konsumsi pangan secara masif di Indonesia.

​”Sepiring nasi dalam program ini adalah kompilasi dari berbagai kebijakan, mulai dari kesehatan, pertanian, hingga ekonomi. MBG adalah budaya konsumsi terbesar di Indonesia yang membawa isu pemenuhan gizi sekaligus isu anggaran yang besar,” tegas Fauzi.

​Ia menyadari bahwa dalam pelaksanaan di lapangan, dinamika dan tantangan teknis kerap bermunculan. Namun, hal itu dinilainya tak boleh menyurutkan komitmen besar untuk menghadirkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

​Tak Hanya Mengawasi, Balai POM Bentuk Agent of Change

​Menanggapi tantangan tersebut, Kepala Balai POM di Jember, Benny Hendrawan Prabowo, S.Farm., Apt., menegaskan pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam mengawal keamanan pangan MBG. Menurutnya, pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan petugas formal semata.

​Sistem pengawasan yang sudah ada dinilai perlu diperkuat dengan melibatkan langsung masyarakat yang mengonsumsinya.

​”Semuanya harus terlibat dalam MBG. Dalam pengawasan ini, kami ingin melibatkan komunitas di sekolah serta komunitas posyandu. Selama ini prosedur maupun pengawasan sudah ada, tetapi belum maksimal,” jelas Benny.

​Guna mewujudkan pengawasan yang menyentuh akar rumput, Balai POM Jember berencana membentuk kader-kader keamanan pangan di lingkungan sekolah dan posyandu. Para kader ini akan dibekali pengetahuan mendalam seputar cara mengenali dan menjaga kualitas pangan yang layak konsumsi.

​Diharapkan, para siswa, guru, hingga kader posyandu dapat secara mandiri melakukan pengawasan dan menjadi agent of change (agen perubahan) di lingkungannya masing-masing.

​Sinambung Lintas Sektor Demi Keamanan Pangan Jember

​Sinergi antara Balai POM, Pemerintah Kabupaten Jember, sekolah, hingga fasilitas kesehatan tingkat pertama menjadi kunci utama keberhasilan MBG 2026. Lewat pengawasan berbasis komunitas ini, setiap makanan yang disajikan tak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga memberikan rasa aman dan tenang bagi para penerima manfaat di seluruh pelosok Jember. (nsl)

No More Posts Available.

No more pages to load.