Yasonna Laoly: Napi Bali Nine Bebas Hari ini. Otomatis Masuk Blacklist Pemerintah Indonesia

oleh -
Menkumham Yasonna Laoly memberikan keterangan kepada wartawan terkait bebasnya terpidana kasus Bali Nine, Renae Lawrence yang berkewarganegaraan Australia. Renae langsung dideportasi begitu mendapat kebebasannya. (Foto: arahjatim.com/an)

Malang, ArahJatim.com – Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly memastikan terpidana Bali Nine, Renae Lawrence yang telah bebas terhitung sejak hari ini, Rabu, 21 November 2018 masuk daftar black list pemerintah Indonesia. Renae akan segera dideportasi ke negara asal, Australia usai dibebaskan.

“Sudah pasti ada black list kalau semua orang yang pernah melanggar apalagi warga asing. Tentunya hak dia jika sudah bebas, namun tetap masuk daftar,” kata Yasonna saat di Malang.

Terpidana penyelundup narkoba itu divonis bersalah atas perbuatannya dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Dia telah menjalani hukuman lebih dari 13 tahun dan dijadwalkan bebas hari ini setelah mendapatkan berbagai pengurangan hukuman.

Baca juga:

“Memang masih ada hukuman yang sangat berat ada yang dieksekusi beberapa orang termasuk Myuran Sukumaran. Renae memperoleh haknya sesuai ketentuan perundang-undangan tentu akan kita deportasi kalau sudah bebas,” ujar Yasonna.

Renae dilarang kembali memasuki wilayah Indonesia karena sudah ditetapkan masuk daftar hitam. Renae Lawrence merupakan terpidana pertama dan mungkin satu-satunya dari sindikat Bali Nine yang bisa kembali ke Australia.

Dia tadinya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, tapi hukumannya dipotong hingga 20 tahun dalam proses peradilan lebih tinggi. Masa hukumannya dikurangi lebih dari enam tahun karena dia juga berhak mendapatkan remisi HUT Kemerdekaan dan hari raya keagamaan.

Lima anggota Bali Nine yang masih menjalani pidana seumur hidup di LP Bali dan Jawa. Dua otak sindikat ini, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, telah dieksekusi pada tahun 2015. Sementara anggota lainnya, Tan Duc Thanh Nguyen, meninggal dunia dalam LP karena penyakit kanker perut pada Juni lalu. (AN)