Wow Keren!! Bantu Cegah Corona, Warga Banyuwangi Bikin Bilik Sterilisasi Secara Mandiri

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Upaya pencegahan penularan virus corona atau covid-19 tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Agar virus tidak semakin menyebar luas di wilayah perkampungan, utamanya saat melaksanakan ibadah salat Jumat berjemaah, warga di Perumahan Pakis Asri, Kelurahan Sumber Rejo, Banyuwangi, membangun bilik disinfektan sederhana menggunakan dana pribadi yang diletakkan di depan masjid setempat.

Sebelum masuk masjid, seluruh jemaah yang akan melaksanakan salat berjemaah wajib melewati bilik penyemprotan di depan masjid Al-Hidayad. Satu persatu jemaah disemprot tubuhnya dengan cairan disinfektan yang menyembur secara otomatis selama 10 detik. Agar tidak saling bersentuhan langsung saat menjalankan salat berjemaah di dalam masjid, warga juga memberi jarak satu meter.

“Bilik ini buatan anak muda perumahan, saya kira sangat bagus sekali untuk mencegah virus corona. Jadi semua yang mau masuk masjid harus masuk bilik dulu untuk disemprot. Kita juga terapkan salat berjemaah dengan jarak satu meter agar tidak bersentuhan,” kata Ibnu Mas’ud, takmir masjid Al-Hidayad.

Baca juga:

Ide pembuatan bilik penyemprotan disinfektan diinisiasi oleh Muhammad Zidni Fasihul, warga setempat, dengan harapan bisa membantu pencegahan virus corona secara mandiri. Pemuda berusia 25 tahun lulusan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu awalnya membuat bilik menggunakan rangka paralon.

Namun karena dirasa kurang kokoh, akhirnya diganti dengan rangka besi menggunakan pompa kabut listrik yang biasa digunakan untuk menyemprot tanaman hidroponik, maupun pertanian lainnya. Dengan cara tersebut, cairan disinfektan di dalam galon bisa menyembur secara merata ke dalam bilik saat tombol saklar dihidupkan.

“Penyemprotan seperti ini biasanya ada di pabrik-pabrik. Terinspirasi dari itu, juga sebagai upaya pencegahan corona akhirnya saya punya ide membuat bilik ini. Bahannya sederhana kok, pompanya bisa didapat secara online, pompa itu biasa digunakan untuk menyemprot tanaman pertanian di sawah. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi banyak orang,” kata Muhammad Zidni Fasihul, Jumat (27/3/2020).

Sementara itu, untuk membuat bilik sederhana ini, biaya yang dikeluarkan sangat murah. Satu set bilik termasuk mesin pompanya, hanya menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 juta.

Warga sekitar menyambut positif tersedianya bilik disinfektan sederhana ini. Mereka berharap hal ini bisa mengurangi kekhawatiran warga yang hendak melaksanakan salat berjemaah, di tengah mewabahnya virus corona.

“Sangat senang, jadi kita tidak perlu khawatir lagi kalau mau masuk masjid. Sebelum salat semua warga wajib masuk bilik dulu untuk disemprot,” kata Yayuk, warga setempat.

Tak hanya digunakan bagi jemaah masjid saja, bilik disinfektan ini juga bisa digunakan warga lainnya yang ingin menggunakannya secara gratis. Tak sedikit dari warga yang hendak masuk ke rumahnya terlebih dahulu datang ke kawasan masjid untuk menyemprot tubuhnya dengan cairan disinfektan di dalam bilik yang sudah disediakan. (ful)