Ustaz Yang Viral di Medsos Terkait Pelegalan Zina Akhirnya Minta Maaf

oleh -
Ustaz Supriyanto mengaku menyesal atas pernyataannya hingga membuat gaduh masyarakat Banyuwangi yang sebelumnya cukup kondusif. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Ustaz Supriyanto, warga Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang viral di media sosial (medsos) lantaran ucapannya dalam sebuah video di dalamnya berisi ujaran kebencian, menyudutkan salah satu calon Presiden (capres) nomor 01 akhirnya meminta maaf, Selasa (12/3/2019) malam. Permintaan maaf dilakukan usai dirinya bersama Imam Seherlan menjalani pemeriksaan intensif hampir tujuh jam lamanya di ruang penyidik Mapolres Banyuwangi.

Ustaz Supriyanto mengaku menyesal atas pernyataannya hingga membuat gaduh masyarakat Banyuwangi yang sebelumnya cukup kondusif. Usai menyampaikan permintaan maaf, sang Ustaz langsung meninggalkan Mapolres dengan didampingi sejumlah kerabat dan keluarga dekat juga kuasa hukumnya.

“Secara pribadi saya minta maaf (atas) apa yang sudah saya sampaikan. Statemen sampai viral di media sosial atau medsos. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang berikutnya,” ungkap Ustaz Supriyanto sambil berlari kecil menghindari para wartawan yang mengerubutinya.

Baca juga :

Sementara itu, meski menjalani pemeriksaan selama tujuh jam, sang Ustaz dan Imam Suherlan beserta lima orang lainnya masih berstatus sebagai saksi. Menurut kuasa hukum Ustaz Supriyanto, Agus Dwi Hariyanto permintaan maaf tersebut berangkat dari sebuah kejujuran dan kesadaran karena statemennya menjadi viral. Apalagi statemen Ustaz yang viral sebenarnya tidak ada yang krusial. Agus Dwi Hariyanto juga menambahkan, Ustaz Supriyanto hanyalah masyarakat biasa. Bukan tim sukses pemenangan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02.

“Ada beberapa pertanyaan yang sudah disampaikan ke penyidik. Namun kita apresiasi permintaan maaf beliau. Sebenarnya ini berangkat dari keresahan masyarakat terkait dengan RUU PKS. Sehingga terlontar begitu saja. Beliau adalah sekelompok masyarakat biasa yang memiliki kepedulian,” ujarnya. (Ful)