Tingkatkan Kesigapan Hadapi Bencana, Puluhan Relawan Kota Blitar Lakukan Ini

oleh -
Seorang instruktur dari Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar mengawasi para relawan yang berlatih melakukan Vertical Building Rescue atau pelatihan penyelamatan korban bencana di gedung bertingkat, Selasa (20/3/18). (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Guna meningkatkan kemampuan relawan Kota Blitar dalam menangani para korban bencana, khususnya bencana di gedung bertingkat, Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Penangulangam Bencana Daerah (Bakesbangpol dan PBD) Kota Blitar mengadakan Vertical Building Rescue atau pelatihan penyelamatan korban bencana di gedung bertingkat, Selasa (20/3/18). Pelatihan ini diselenggarakan di kompleks rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kecamatan Sukorejo Kota Blitar.

Pelatihan diikuti sekitar 50 relawan. Mereka berasal dari Satpol PP, Dishub, DLH, PBD, dan relawan. Mereka memeragakan cara penyelamatan korban bencana di gedung bertingkat. para relawan mempraktikkan cara turun dari gedung bertingkat menggunakan tali. Banyak relawan di Kota Blitar yang belum menguasai cara turun dari gedung bertingkat menggunakan tali.

“Latihan penyelamatan korban bencana di gedung bertingkat memang baru pertama kami laksanakan,” kata Kabid PBD Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Arson Sodiqien, di sela-sela kegiatan pelatihan bencana.

Arson mengatakan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam penyelamatan korban bencana. Khususnya, penyelamatan terhadap korban bencana di gedung bertingkat. Selama ini, para relawan belum pernah mendapat pelatihan penyelamatan korban bencana di gedung bertingkat.

Sebab, jenis bencana di Kota Blitar yang selama ini sering terjadi hanya banjir dan tanah longsor. Tetapi, belakangan ini, pembangunan di Kota Blitar mulai berkembang. Mulai banyak gedung bertingkat di Kota Blitar. Untuk itu, perlu ada peningkatan kapasitas relawan dalam penyelamatan korban bencana di gedung bertingkat.

“Ini untuk antisipasi kalau terjadi bencana di gedung bertingkat. Kami sudah siap untuk melakukan evakuasi korban,” tambahnya.

Salah-satu peserta Eka Sumardiana mengaku, ia baru pertama kali mengikuti pelatihan building rescue ini. Meski sudah diberikan pelatihan dan teori, namun saat praktek tetap ada rasa gugup dan grogi.

“Dengan pelatihan ini saya sangat senang, karena mendapat ilmu dan cara menyelamatkan korban jika sewaktu-waktu terjadi bencana.” ujar Eka Sumardiono, peserta pelatihan.

Di Kota Blitar sendiri bencana yang sering terjadi hanya banjir dan tanah longsor. Namun akhir-akhir ini pembangunan di Kota Blitar mulai berkembang. Mulai banyak gedung bertingkat di Kota Blitar. Untuk itu perlu ada peningkatan kapasitas relawan dalam penyelamatan korban bencana di gedung bertingkat. (mua)