Tanggapi Siswa SD Tewas Tersengat Listrik di Sekolah, Kepala Sekolah dan Kadisdik Pamekasan Angkat Bicara

oleh -
Petugas kepolisian memeriksa TKP siswa SD meregang nyawa akibat kesetrum kabel listrik pompa air yang terkelupas. (Foto: arahjatim.com/ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Tragedi meninggalnya FA, murid SDN Larangan Luar 3 Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Rabu (4/11) pagi, menyisakan luka mendalam tak hanya bagi keluarganya tetapi juga pihak sekolah. 

Sebelumnya diberitakan, seorang murid SD meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat bermain bola di halaman sekolah. Korban tersengat aliran listrik dari kabel listrik milik warga sekitar yang melintang di batas tanah sekolah.

Kepala Sekolah SDN Larangan Luar 3, Purwahid menuturkan, kejadian nahas ini bermula saat anak-anak beristirahat setelah diberikan obat anti-cacing oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas. Saat jam istirahat itu korban dan anak-anak lainnya bermain bola di pekarangan sekolah. Saat berusaha mengambil bola yang terlempar ke luar pekarangan itulah korban mengalami kejadian nahas itu.

“Meski biasanya jam belajar siswa di masa pandemi hingga jam 10.00 WIB, tetapi pada pagi itu kedatangan tamu dari Puskesmas untuk memberikan obat anti cacing di kelas masing-masing. Namun sekitar jam 09.00 wib, setelah diberikan obat cacing mereka minta istirahat, ya maklum namanya anak-anak. Saat itulah, korban bermain bola mini dan bola terlempar keluar dari perkarangan sekolah, sehingga ‘FA’ (korban) berusaha mengambil bola. Tetapi nahas, tangannya mengenai kabel tembaga yang sudah mulai terkelupas, dan kejadian tersebut pun terjadi. Ironisnya kabel kawat yang membentang adalah milik warga sekitar yang menyambung ke pompa air di sumur belakang area sekolah,” ungkap Purwahid.

“Kami merasa terpukul sekaligus kehilangan dengan meninggalnya ananda FA, padahal anak ini telah kami persiapkan untuk menjadi kandidat wakil sekolah untuk mengikuti lomba Olimpiade Matematika di tingkat kabupaten. Bahkan pihak sekolah juga sudah mencarikan  pendamping untuk ananda ‘FA’ dalam mempersiapkan diri di Olimpiade ini. Semua guru di sini sangat terpukul sekali dengan adanya kejadian tersebut,” pungkasnya saat ditemui kontributor ArahJatim.com di SDN Larangan Luar 3.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pamekasan, Moh.Zaini yang ditemui di kantornya menyatakan, sangat berduka atas kejadian ini. Begitu mendengar kabar duka pihaknya langsung mendatangi TKP, sekaligus ke rumah duka.

“Untuk masalah ini kami langsung memberikan teguran keras. Untuk kasus ini pihak Disdik Kabupaten Pamekasan masih mendalami serta mengkaji untuk mengambil langkah selanjutnya. Bagaimanapun di sekolah itu harus menjadi sarana belajar bagi anak didik, menerapkan prokes (protokol kesehatan) di masa pandemi dan menciptakan keamanan, karena keamanan itu penting dan prioritas,” pungkas Zaini.

Zaini berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, sekecil apapun. (ndra)