Takut Kelas Ambruk Terkena Longsor, Murid Madrasah Belajar Di Sini

oleh -
Suasana kegiatan belajar mengajar di sekolah MI Negeri Gedog, Sananwetan, Blitar yang dilaksanakan di luar kelas karena khawatir kelasnya terdampak longsor. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Inilah kegiatan belajar-mengajar siswa kelas di MI Negeri Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Para siswa-siswi ini terpaksa belajar di halaman sekolah, karena ruangan kelas empat MIN Gedog tersebut terdampak longsor yang terjadi di plengsengan kali Ngegong tepat di belakang ruang kelas.

Nanik Dwiyani Kepala Sekolah MIN Gedog mengatakan, longsor terjadi hari Minggu (4/2/18), setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Blitar. Namun saat itu dampak longsor plengsengan setinggi kurang lebih 15 meter itu belum terlihat sampai ruang kelas.

“Kemudian pada hari Senin kemarin, anak-anak pada teriak longsor-longsor dan mereka langsung lari keluar. Saat kami cek ternyata longsor semakin dekat ruang kelas dan tembok kelas sudah retak-retak, bahkan sebagian pondasi kelas ikut ambrol terbawa longsor,” jelas Nanik Dwiyani.

Seluruh siswa terpaksa dipindahkan kegiatan belajarnya ke luar ruangan karena dikhawatirkan dampak longsor akan semakin parah dan membahayakan siswa. Pihak sekolah berencana akan memindah kegiatan belajar siswa kelas tiga. Sementara siswa kelas empat akan menggunakan ruangan siswa kelas tiga.

“Siswa kelas tiga rencananya akan kami relokasi sementara ke TPQ di Jalan Dieng, sementara ruang kelas tiga digunakan untuk kelas empat,” tambahnya.

Sementara salah-satu siswa kelas empat MIN Ngegong mengaku, takut belajar di dalam kelas dan memilih belajar di luar kelas. Namun ia mengaku, belajar di luar kelas pun kurang nyaman karena kondisi yang ramai membuatnya tidak bisa berkonsentrasi dalam kegiatan belajar-mengajar.

Namun ia mengaku kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di luar kelas sedikit menganggu konsentrasinya dalam belajar.

“Kalau belajar di dalam kelas takut longsor, tapi kalau di luar seperti sekarang tidak bisa konsentrasi karena rame,” ungkap Amalia Zanuba Azzahra. (mua)