Kediri, ArahJatim.com — Sebuah pengalaman singkat namun membekas dirasakan Bu Ucy bersama teman-temannya, warga Madiun, saat menjalankan tugas di Kota Kediri. Tanpa ragu ia memilih mampir ke salah satu kuliner paling melegenda di kota ini, Soto Ayam Podjok, Kamis (4/12/2025)
“Baru sekali ke sini, tapi rasanya enak, kental, gurih. Kuah beningnya segar dan kaldunya terasa banget. Mantap,” ujarnya puas. Baginya, setiap bertugas di daerah mana pun, kuliner legendaris selalu menjadi tujuan pertama.
Tak berlebihan jika Soto Ayam Podjok disebut legenda. Berdiri sejak 1926, kuliner ini telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Kediri. Letaknya yang berada di ujung (pojok) Jalan Dhoho menjadi inspirasi nama yang hingga kini masih melekat kuat.
Rumiani, generasi ketiga penerus usaha, menjelaskan bahwa Soto Podjok tak hanya menyimpan sejarah rasa, tetapi juga jejak arsitektur.
Depot yang merupakan bangunan cagar budaya ini tak hanya menawarkan hidangan, tetapi juga pengalaman yang khas. Bagi pembeli baru, ada suara khas yang menyambut kedatangan mereka. Dokkk! suara botol kecap yang dientakkan keras ke meja yang kerap mengejutkan.
Suara tersebut memang disengaja sebagai “kode” unik dari Soto Podjok. Ini adalah cara unik mereka memberikan tanda untuk para pembeli bahwa semangkuk soto telah siap saji dan akan segera diantarkan oleh pramusaji. Sebuah tradisi akustik yang menambah keunikan saat bersantap di sini.
Rahasia Rasa: Tetap Konsisten Lewat Cara Tradisional
Salah satu kekuatan Soto Ayam Podjok terletak pada racikan bumbu dan teknik memasaknya yang tetap dipertahankan sejak puluhan tahun lalu.
“Rempahnya tidak terlalu menyengat, tapi gurihnya terasa. Penggemar soto pasti bisa bedakan,” kata Rumiani.
Yang membuatnya berbeda, kuah soto dimasak menggunakan kuali tradisional, bukan panci modern.
“Kalau pakai kuali dan apinya hidup 24 jam, rasanya tetap sama dan nggak asin. Tapi kalau pakai panci, satu-dua jam saja sudah berubah,” jelasnya.
Untuk lauk pendamping, Soto Podjok setia menggunakan ayam kampung asli.
Pada hari biasa, depot ini menghabiskan sekitar 35 ekor, sementara saat akhir pekan bisa mencapai 80 ekor.
Menu Beragam, Cita Rasa Tetap Sama
Harga seporsi Soto Ayam Podjok cukup bersahabat:
- Soto Ayam – Rp22.000
- Soto Ayam Pisah – Rp25.000
- Soto Ayam Ekstra Ayam – Rp38.000
Ada pula ragam lauk tambahan seperti ayam suwir, tahu goreng khas Soto Podjok, kulit gorengan, ati ampela, uritan hingga brutu, semua disajikan untuk melengkapi kenikmatan soto bersejarah ini.
Dengan racikan yang konsisten, cara memasak tradisional, serta sejarah panjang hampir satu abad, Soto Ayam Podjok bukan sekadar kuliner, tetapi warisan rasa Kota Kediri yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Tak heran para pendatang seperti Bu Ucy pun menjadikan kunjungan ke Soto Podjok sebagai pengalaman wajib setiap kali menjejakkan kaki di Kota Kediri.(das)











