Seorang Warga Banyuwangi Jadi Korban Terbakarnya Kapal Tanker di Belawan Medan

oleh -
Sebagai penghormatan, korban yang merupakan alumnus SMKN Pelayaran Kalipuro, Banyuwangi ini dimakamkan dengan prosesi upacara apel persada. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Kebakaran kapal tanker MT Jagg Leela di area Pelabuhan Belawan, Medan, Senin (11/5) merenggut tujuh korban jiwa. Salah satu di antara korban tewas tersebut adalah Sendy Nova, warga Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. Korban adalah ABK yang belum lama bekerja di kapal tanker tersebut.

Kamis (14/5) dini hari, jenazah korban tiba di rumah duka dan langsung dikebumikan pagi harinya. Ratusan pelayat datang ke rumah duka untuk mengantarkan kepergian korban ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Sebagai penghormatan, korban yang merupakan alumnus SMKN Pelayaran Kalipuro, Banyuwangi ini dimakamkan dengan prosesi upacara apel persada.

Meski tampak tegar, namun keluarga sangat terpukul atas kepergian korban yang begitu tragis ini. Keluarga tidak menyangka, di usianya yang baru menginjak 24 tahun, almarhum Sendy Nova meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya.

Anak kedua dari pasangan suami istri Bambang Budi dan Mujiyati ini di mata keluarga juga rekan sebayanya di kampung dikenal sebagai sosok pekerja keras serta pendiam namun pandai bergaul dengan banyak orang.

“Anaknya dikenal pendiam, nurut sama orang tuanya. Kalau kerja di kapal sudah lama, tapi kalau ke Medan baru-baru ini. Sebagai teman, (saya) sangat kehilangan. Tahu info Sendy meninggal dari medsos, kita semua kaget. Setelah kami konfirmasi ke kakak kandungnya ternyata benar Sendy meninggal dunia. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah swt,” ungkap Ferry, teman sebangku almarhum sewaktu sekolah.

Sementara itu menurut keterangan Kepala Desa Wonosobo, awalnya keluarga sempat ragu terkait kabar kematian korban. Namun, setelah dikuatkan dari ciri-ciri fisik korban yang masih dapat dikenali akhirnya keluarga menerima bahwa jenazah adalah Sendy Nova.

Saat ditemukan, jenazah Sendy terkubur di dalam lumpur karena terpental saat ledakan kapal terjadi.

Sendy Nova semasa hidup, dalam kenangan keluarga dan sahabat-sahabatnya. (Foto: arahjatim.com/ful)

“Menurut informasi dari senior korban yang mengantar jenazah, korban ini terlempar dari kapal saat kapal meledak kemudian terbakar. Jenazah korban terlempar ke lumpur, ciri-cirinya masih bisa dikenali karena luka bakar tidak terlalu parah seperti korban lainnya. Jenazah tiba pukul 01.30 Kamis dini hari dan langsung dimakamkan,” terang Imam Muslim, Kades Wonosobo.

Seperti diketahui kapal tanker MT Jagg Leela terbakar setelah terjadi ledakan di Pelabuhan Belawan Medan pada Senin lalu.

Kapal tanker tersebut terbakar saat sedang menjalani perawatan atau docking di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan, Medan.

Dalam peristiwa itu sedikitnya ada tujuh korban meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka luka. Hingga kini pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran kapal tersebut. (ful)