Seorang Petani Diduga Dipukul Oknum TNI Dan POLRI

oleh -
Matra’i (50) warga Sumbersuko Lumajang di kamar tidurnya mengaku dipukul oleh oknum TNI dan Polisi. Pengakuan itu disampaikan korban saat sejumlah awak media menemuinya, Jumat (15/2/2019). (Foto: ArahJatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Matra’i (50) warga Sumbersuko Lumajang terbaring lemas di kamar tidurnya setelah diduga dipukul oleh oknum TNI dan Polisi. Pengakuan itu disampaikan korban saat sejumlah awak media menemuinya, Jumat (15/02/2019).

Kejadian itu bermula saat Matra’i memanen jagung bersama istrinya, selang berapa lama datang aparat berserta kepala desa setempat dan meminta menyerahkan lahan yang digarapnya, karena milik orang lain.

Korban yang tak mengindahkan permintaan itu pun dipanggil ke tepi sawah, namun karena korban membawa sajam dan mengacungkannya ke petugas akhirnya petugas memberikan tembakan peringatan ke arah bawah.

Hingga akhirnya berlanjut dengan aksi pemukulan menggunakan sebilah bambu dan tangan kosong.

“Kan buleh tek parengagi alakoh esabe, jek reng sabe buleh dibik nikah. Teros ekentaren bik polisi terus epeddil ke bebe pas soro ongge. Polannah buleh tak gelem pas etonyor e kakenntoh nikah, pas bik Babinsannah buleh pas etor centor” (saya tidak boleh menggarap sawah, padahal itu sawah saya, terus saya didatangi oleh polisi ini, dtembakkan ke bawah dan saya disuruh naik (dari sawah), karena saya tidak mau terus saya dipukul disini, terus Babinsa juga memukul saya beberapa kali),” ungkap Matra’i, saat ditanya ArahJatim.com.

Sementara itu pihak kepolisian membantah pernyataan perihal dugaan penganiayaan itu, menurutnya, mereka hanya memberikan tembakan peringatan, karena Matra’i mengancam dengan celurit kepada kepala desa dan aparat.

Baca Juga :

Pihak desa dan aparat sebenarnya hanya memperingatkan agar tidak menggarap lahan tersebut karena sudah menjadi milik orang lain.

“Kalau tembakan peringatan itu memang kami lakukan, soalnya pak Matra’i ini mengacungkan celuritnya, tapi kalau pemukulan jelas tidak ada,” jelas Kanit Reksrim Polsek Sumbersuko, IPDA Yudi saat ditanya sejumlah awak media.

Pihak polisi akan menyelidiki pengakuan Matra’i tersebut, sehingga polisi bisa menemukan secara jelas duduk persoalannya. (Rokhmad)