Sambitan Layangan Tutup Festival Kelud 2018

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Rangkaian kegiatan Festival Kelud 2018 telah berakhir. Sebagai penutup, hari minggu (7/10) telah digelar lomba Layangan Sambitan. Acara tersebut digelar selama dua hari yaitu Sabtu dan Minggu di area Sirkuit Motocross Gunung Kelud.

Permaian tradisional dan tergolong jadul ini ternyata banyak sekali peminatnya. Bahkan terdapat perserta dari luar daerah seperti Situbondo, Tulungagung, Mojokerto, Pasuruan, Jember, dan tak ketinggalan Kabupaten Kediri sebagai tuan rumah.

Saling sayat di udara pun terjadi, para peserta menunjukkan skill bermain layang-layang. Manuver indah layang-layang pun ditampilkan peserta untuk memutus benang lawannya. Penonton sontak berteriak melihat aksi para joki layangan tersebut.

Dari 144 peserta yang mengikuti lomba layangan 2018 ini terjaring tiga pemenang yaitu Faturahman dari Sibondo, Didik Sugianto dari Jember, serta Rusdhi Hantoro dari Tulungagung. Untuk joki lokal Kabupaten Kediri meraih juara Harapan 3, yaitu Mochammad Alfian dari Sepawon Plosoklaten. Sementara itu Agus Susanto yang juga dari Plosoklaten masuk 20 besar.

Faturahmah sang juara mengatakan, dalam bermain layang-layang yang dibutuhkan adalah ketelatenan, fokus dan kesabaran. Jika semua itu dilakukan pasti akan memperoleh kemenangan.

“Pesan saya adalah siapa yang terbiasa bermain pasti akan dengan mudah melakukannya dan memperoleh kemenangan,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Ir. Adi Suwignyo, M.Si saat ditemui usai menyerahkan hadiah mengatakan, lomba sambitan layangan sebagai cara kita menguri-nguri permainan tradisional yang sudah mulai terkikis oleh jaman.

“Sekarang anak-anak sudah banyak melupakan permainan ini, karena layang-layang sudah kalah dengan gadget dan permainan modern yang lainnya. Selamat kepada para pemenang dan sampai jumpa di Festival Kelud tahun 2019,” katanya. (Kominfo)