Rekonstruksi Kasus Pembunuhan, Inilah Alasan Pelaku Bakar Jasad Rosidah

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49491842837_68870ca04a_b.jpg
Tersangka Ali Heri Sanjaya (27) (kiri) memperagakan sekitar 23 adegan dalam reka ulang kasus pembunuhan wanita muda bernama Rosidah yang dilakukan di halaman parkir belakang Mapolres Banyuwangi, Rabu (5/2/2020) siang. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Kasus pembunuhan wanita muda yang mayatnya dibakar di sebuah kebun di Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi pada, Sabtu (25/1/2020) lalu direkonstruksi oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi. Demi alasan keamanan, jalannya rekonstruksi tidak digelar di tempat kejadian perkara (TKP), melainkan di halaman parkir belakang Mapolres, Rabu (5/2/2020) siang.

Dalam reka ulang, tersangka Ali Heri Sanjaya (27) warga Lingkungan Brak, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro tersebut memperagakan sekitar 23 adegan. Meski jalannya tertatih-tatih akibat kaki kirinya ditembus timah panas petugas, tersangka sangat tenang dan bahkan sesekali melempar senyuman seolah tidak ada penyesalan bagaimana cara menghabisi nyawa korban, Rosidah (17) warga kelurahan Papring, Kelurahan Kalipuro yang ditemukan dalam kondisi terpanggang di atas tumpukan jerami, dan batang bambu kecil (lanjaran).

Menurut keterangan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin yang memimpin langsung jalannya reka ulang, ada lima adegan tambahan dari 18 adegan yang sudah direncanakan. Yaitu tersangka membeli bensin eceran dari botol kaca (beling) milik pedagang, kemudian dipindahkan ke botol plastik.

Baca juga:

Selain itu, sebelum membakar, pelaku terlebih dahulu menyiram tumpukan bambu kecil (lanjaran) dengan bensin. Kemudian botol plastik yang masih ada sisa bensin dinyalakan menggunakan korek api, lalu dilemparkan ke lanjaran dengan harapan bisa menghilangkan jejak pembunuhan yang dilakukannya, sekaligus mengubur identitas Rosidah.

“Tersangka berharap bisa menghilangkan jejak pembunuhan yang dilakukannya, sekaligus mengubur identitas korban. Seperti pada adegan ke 7 dan 8, begitu tiba di lokasi kejadian, tersangka meminta korban menghentikan motor. Kemudian tersangka turun dan langsung mukul tengkuk korban  hingga tersungkur. Untuk memastikan korban tewas, leher korban sebelah kiri dicekik, lalu korban dibopong, terus dibakar,” kata Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin.

Usai membakar mayat Rosidah, tersangka langsung meninggalkan TKP sambil membuang barang bukti berupa sepasang sandal sepatu dan helm milik korban untuk menemui rekannya. Barang bukti inilah yang bisa dijadikan petunjuk oleh penyidik untuk mengungkap identitas korban Rosidah.

Bersama dua tersangka penadah, tersangka sangat tenang memperagakan reka ulang, bahkan sesekali melempar senyuman seolah tidak ada penyesalan telah menghabisi nyawa korban. (Foto: arahjatim.com/ful)

Selain itu dalam reka ulang juga dihadirkan dua tersangka yang merupakan penadah barang milik korban, yaitu Slamet Hadi (43) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo dan Syaiful Mustakim, (38) warga Desa, Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Sebab usai menghabisi nyawa korban, tersangka menemui kedua orang tersebut untuk menjual ponsel dan sepeda motor milik korban.

“Kedua penadah ini memang sudah kenal lama dengan tersangka. Tersangka Syaiful kenal tersangka sudah 27 tahun lalu. Sebelumnya mereka berdua pernah melakukan jual beli ponsel. Mangkanya begitu mendapatkan ponsel, tersangka Ali langsung menghubungi tersangka Syaiful. Sedangkan satu orang penadah sepeda motor yaitu tersangka Slamet Hadi juga sudah kenal kerena mereka berdua pernah melakukan jual beli bawang merah,” tambah Kapolresta.

Dari pengakuan tersangka, ponsel dijual kepada Syaiful Mustakim seharga Rp 1,5 juta sedangkan sepeda motor dijual kepada Slamet Hadi seharga Rp 4 juta. Berawal dari barang bukti itulah akhirnya polisi berhasil menangkap tersangka Ali Heri Sanjaya di depan sebuah hotel di Banyuwangi.

“Sepeda motor saya jual Rp 4 juta. Awalnya saya tawarkan Rp 4,5 juta tapi ditawar 4 juta. Kalau handphone saya jual 1,5 juta. Uangya sebagian untuk menebus gade sepeda motor saya, sisanya saya belanjakan baju istri dan untuk kebutuhan di rumah hingga akhirnya saya ditangkap.

Seperti diketahui, warga Banyuwangi digegerkan dengan penemuan mayat perempuan yang hangus terbakar di area kebun di Dusun Kedawung Desa Pondoknongko Kecamatan Kabat, Sabtu (25/01/2020) lalu. Saat ditemukan kondisi mayat sangat memprihatinkan. Tubuh dan kaki kirinya hangus terbakar.

Setelah dilakukan tes DNA, identitas mayat diketahui bernama Rosidah (17), perempuan muda asal Lingkungan Papring Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro. Selang sehari kemudian, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku Ali Heri Sanjaya (27) yang tidak lain adalah rekan kerja korban di sebuah tempat makan di Jalan Jaksa Agung Suprapto, pada Selasa (28/1/2020). Pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa Rosidah lantaran sering diejek dengan kata-kata “Sumo, Gendut dan Boboho”. (ful)