Pesona Jabal Tsur: Saksi Sejarah Hijrah Nabi Muhammad SAW Ke Madinah

oleh -
Salah satu ziarah jamaah umrah Annuqa, Sumenep Madura ke salah satu tempat bersejarah di kota Makkah yakni ke Jabal Tsur (27/2/2018). Terlihat puncak Jabal Tsur dimana terdapat Gua Tsur. (Foto: arahjatim.com/ika)

Makkah, ArahJatim.com – Para jamaah haji dan umrah pada umumnya selalu mengunjungi beberapa  tempat bersejarah yang ada di kota Makkah. Salah satunya adalah Jabal Tsur, terletak di tengah tengah Makkah sekitar 4 km di selatan Masjidil Haram. Ketika kita memandang lepas di kota Makkah tepatnya ke arah selatan Masjidil Haram dari ketinggian hotel tempat kita menginap akan terlihat beberapa bukit batu, diantaranya bukit Tsur. Bukit ini terkait erat dengan peristiwa hijrah sekaligus saksi sejarah hijrah Nabi Besar Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Jabal Tsur mempunyai tiga puncak yang saling berdekatan. Di puncaknya ada sebuah gua yang sangat bersejarah yakni Gua Tsur. Di Gua Tsur itulah Rasulullah SAW bersama sahabat Abu Bakar Shiddieq bersembunyi selama tiga hari dari kejaran kaum kafir Quraisy ketika akan hijrah ke Madinah Al-Munawwarah. Gua ini tidak terlalu besar hanya cukup untuk masuk orang tanpa berdiri tegak. Tinggi gua sekitar 1,25 meter dengan luas 3,5 meter persegi.

 

Saat kaum Quraisy yang mengejar Rasulullah SWA tiba di depan gua, secara ajaib terdapat sarang laba laba yang menutup mulut gua juga sarang burung merpati. Sehingga saat itu kaum Quraisy meyakini jika Rasulullah SAW tidak mungkin masuk ke dalam gua.

Untuk naik ke puncak Jabal Tsur atau ke Gua Tsur diperlukan waktu sekitar satu setengah jam. Sebagian jamaah yang secara fisik kuat naik dan berusaha melihat langsung Gua Tsur. Namun, melihat tingginya Jabal Tsur dan beratnya medan tanjakan di bukti berbatu itu, sebagian besar rombongan jamaah umrah Annuqa dari Sumenep, Madura memilih melihat dari kaki bukit.

“Sungguh berat dan besar perjuangan Nabi Muhammad SAW,” ungkap salah seorang jamaah yang takjub melihat kebesaran Allah SWT.

Semua rombongan umrah Annuqa membayangkan beratnya perjalanan hijrah Rasulullah SAW apalagi harus bersembunyi di atas Jabal Tsur yang tinggi dan terjal. Di tempat ini semua jamaah semakin cinta kepada Rasulullah SAW.

Jamaah umrah Annuqa saat melakukan ziarah ke Jabal Tsur (27/2/2018) bersama dengan rombongan jamaah umrah lain dari berbagai negara. (Foto: arahJatim.com/ika)

Gafar, pemandu jamaah umrah Annuqa menjelaskan dimana letak Gua Tsur sekaligus menunjukkan sejumlah orang yang berusaha naik ke atas bukit hanya terlihat seperti kain putih saja karena jauh dan tingginya medan Jabal Tsur.

Lokasi sekitar Jabal Tsur saat ini ramai oleh peziarah dari berbagai negara. Puluhan bus keluar masuk area Jabal Tsur tanpa ada yang mengatur. Tidak heran pengemudi bus saling serobot dan berusaha mencari jalan sendiri tanpa memperdulikan keberadaan bus disekitarnya. Karena tidak ada yang mengatur bunyi klakson saling bersautan.

Bus pengangkut jamaah umrah dari negara lain sempat bertabrakan saat mereka saling serobot mencari jalan keluar area Jabal Tsur. Kaca depan bus terlihat pecah. (Foto: arahJatim.com/ika)

Insiden kecelakaan bus pengangkut ziarah yang saling berebut jalan tak dapat dihindarkan.  Bus Mangribi menabrak bus Maasil Rabithah yang berada di depannya. Kedua pengemudi saling beragumentasi membela diri. Bus yang ditumpangi jamaah Annuqa terpaksa berhenti beberapa menit karena terhalang oleh kedua bus yang saling bertabrakan. Setelah kedua pengemudi berdamai salah satu bus memberi jalan kepada bus Annuqa untuk meneruskan ziarah menuju padang Arafah. (ika)