Pendaki Gunung Semeru Tewas, Tersesat Di Jalur Ilegal

oleh -
Foto korban Sanidin (20) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Bantarkawung, Brebes Jawa Tengah, yang dilaporkan meninggal di pendakian Gunang Semeru (05/10/2018). (Foto: ArahJatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Dua pemuda tersesat di Gunung Semeru, Lumajang, satu diantaranya selamat dan melaporkan seorang temannya, tewas pada Jumat pagi (05/10/2018). Korban tewas setelah terjatuh dari pohon saat mencari jalan untuk pulang.

Tim reaksi cepat dari Badan Penangguagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang meminta keterangan kepada Affan Abdullah (22) warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Jombang, Jember, salah satu pendaki yang selamat.

Diketahui, korban tewas bernama Sanidin (20) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Bantarkawung, Brebes Jawa Tengah. Keduanya nekat mendaki melalui jalur pengamanan hutan, di Dusun Tawon Songo, Desa Pasrujambe, Lumajang, yang merupakan bukan jalur resmi pendakian.

Kedua pemuda ini melakukan pendakian ke Gunung Semeru sejak tanggal 29 September lalu. Keduanya kehilangan arah, hingga akhirnya korban tewas mengambil inisiatif untuk memanjat pohon.

“Dia jatuh dari pohon, hari Jumatnya, keluar darah banyak dari kepalanya. Dia naik pohon cuma salah nginjak ranting yang rapuh”, kata Affan.

Pihak BPBD menduga, letak korban berada antara kawasan punuk dan watu jaran, sekitar 6-7 kiloan.

“Sudah masuk kawasan dataran medannya berat, orang sini bilangnya itu antrukan, jurangnya curam-curam”, kata Peltu Sugiono, Komandan TRC BPBD Lumajang.

Tim reaksi cepat dari BPBD Lumajang kini tengah mencari keberadaan korban untuk dievakuasi.

“Meski ilegal mendakinya, tapi kita lepas itu semua, karena ini ada korban jiwa warga negara Indonesia yang perlu dibantu untuk ditemukan,” tegasnya. (rokhmad)