MUI Mengamini Pemanfaatan Zakat Untuk Kepentingan Penanggulangan Covid-19

oleh -

Jakarta, ArahJatim.com – Menanggapi pertanyaan masyarakat terkait pelaksanaan sholat Idul Fitri mendatang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan fatwa perihal tata cara sholat Idul Fitri, serta tatacara pembayaran zakat saat kondisi pandemi coronavirus. Dalam Konferensi Pers BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang dihadiri oleh Sekretaris Komisi Fatwa Ulama Indonesia, Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, menyampaikan beberapa fatwa MUI terkait penyaluran zakat fitrah dan sholat Idul Fitri saat masa pandemi.

Baca Juga  BREAKING NEWS.. MUI Terbitkan Fatwa Tentang Panduan Salat Idul Fitri

Dalam pidato yang disampaikan melalui channel Youtube BNPB itu, Asrorun menyampaikan fatwa nomor 23 tahun 2020 tentang pemanfaatan zakat, infaq, sedekah untuk penanganan covid-19 beserta dampaknya.

Sebagai salah satu instrumen kesetiakawanan sosial, zakat dari aspek ekonomi saat masa pandemi boleh dimanfaatkan untuk kepentingan penanggulangan covid-19 beserta dampaknya.

“Yang pertama, jika didistribusikan untuk kepentingan mustahiq secara langsung (haqqul milqi), maka penerima dari salah satu 8 asnaf yang ditetapkan. Kemudian untuk kepentingan modal kerja, berbentuk uang tunai, bahan pokok, atau boleh stimulasi ekonomi kepada keluarga terdampak,” paparnya.

“Kemudian jika didistribusi untuk kemaslahatan umum, maka dimungkinkan degan mengambil salah satu asnaf, yaitu Asnaf Fisabilillah. Seperti penyediaan APD kepentingan tenaga medis,” imbuhnya.

Baca Juga  MUI Kembali Release Fatwa Mengenai Pengurusan Janazah Korban Covid-19

Selain itu, Fatwa MUI terkait zakat yang disampaikan Asrorun, agar lebih cepat dalam penyaluran zakat. Baik zakat Mal maupun zakat Fitrah.

“Zakat Mal boleh ditunaikan dan disalurkan lebih cepat meskipun belum satu tahun penuh, apabila telah sampai pada 1 nisab. Dimungkinkan agar lebih cepat pemanfaatannya oleh mustahiq terdampak covid,” Imbaunya.

“Zakat Fitrah untuk segera menunaikannya sebelum malam Idul Fitri. Ada dua hikmah manfaat : Pertama, zakat bisa segera diterima, kemudian agar tidak terjadi penumpukan orang,” jelasnya. (Bub)