Mengintip Persiapan Seleksi CPNS Kabupaten Kediri

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Seleksi kemampuan dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Kediri tinggal hitungan hari. SKD akan berlangsung selama dua pekan, sejak Senin (10/2/2020) hingga Kamis (27/2/2020).

Sejumlah persiapan tengah dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri. Saat ini, BKD melalui pihak ketiga tengah memasang instalasi komputer yang akan digunakan untuk tes. Rencananya, BKD juga akan menyiapkan ruang isolasi.

Kepala BKD Kabupaten Kediri Solikin mengimbau peserta tidak membawa barang-barang yang tidak diperlukan. Sebab, semua barang akan diletakkan di tempat penitipan.

“Yang terpenting bawa KTP dan kartu peserta, kami juga siapkan untuk print out kartu peserta di lokasi,” imbuh Solikin.

Di sejumlah daerah, petugas pemeriksa masih saja menemukan peserta membawa barang-barang yang tidak digunakan dalam mengikuti test. Misalnya, jimat atau benda-benda yang dipercayai membawa peruntungan.

Pihak BKD Kabupaten Kediri juga akan melakukan pemeriksaan barang bawaan bagi peserta yang masuk ruang test. Sehingga, potensi kecurangan bisa diminimalkan.

Untuk peserta disabilitas, BKD telah menyiapkan tim medis yang akan siaga di pintu masuk. Mereka akan membantu peserta disabilitas, terutama pengguna kursi roda, untuk masuk ke ruang tes.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi agar peserta tak merasa kesulitan. Sebab, akses menuju ruang tes harus menuruni sejumlah anak tangga karena letaknya di basement.

Hingga saat ini, Solikin mengatakan belum mengetahui informasi peserta disabilitas secara detail.

“Belum tahu, apa ada yang pakai kursi roda juga belum tahu. Tapi kami sudah siapkan tim,” ujarnya.

Dia mengingatkan, peserta harus datang di lokasi 90 menit sebelum pelaksanaan tes. Sebab sebelum tes, peserta harus melakukan registrasi, pemeriksaan, dan penerimaan nomor PIN untuk akses tes. Peserta yang terlambat, secara otomatis tidak dapat mengikuti tes.

Berdasarkan jadwal, ada empat daerah yang akan melangsungkan tes di auditorium basement monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Yaitu Kabupaten Kediri pada 10-14 Februari, Kota Kediri pada 15 Februari, Kota Blitar pada 16-19 Februari, dan Kabupaten Blitar pada 20-27 Februari.

Ada lima sesi tes dalam sehari. Tes dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 17.30 WIB. Namun, di hari pertama pelaksanaan, tes baru akan dimulai pukul 10.00.

Sebagai sekretaris pelaksana daerah, Solikin mengatakan tidak ada penutupan SLG meski tes berlangsung di area monument. “Tetap, seperti biasa,” katanya.

Namun demikian, petugas keamanan akan berada di sekitar monumen sehingga pengunjung monumen SLG tidak sampai mengganggu peserta tes.

Berbagai pihak juga terlibat dalam tes penjaringan aparatur sipil negara ini.

“Ada pengamanan khusus, kami kerja sama dengan Polres, satpol PP, dan Dinas Perhubungan,” sebut Solikin.

Saat arahjatim.com, melakukan pengecekan ke lokasi tes, sejumlah pekerja tampak sedang menyiapkan meja di ruangan berkapasitas 280 orang tersebut.

Menurut Indra Slamet Wahyudi, tim jaringan yang berada di lokasi, agar stabilitas internet terjaga, pengaturan akan diberlakukan untuk tiap komputer.

“Tidak menggunakan settingan DHCP otomatis yang berlaku untuk semua komputer, tapi settingan satu komputer satu pengaturan,” ujar Indra.

Dari keempat daerah, peserta terbanyak berasal dari Kabupaten Blitar, 11.011 peserta. Sementara, dari Kota Blitar 5.395 peserta, Kota Kediri 1.471 peserta, dan Kabupaten Kediri 9.065 peserta. Peserta yang selesai mengerjakan tes, dapat langsung mengetahui skor melalui layar yang disiapkan di luar ruang tes.(das)