TULUNGAGUNG, Arahjatim.com – Upaya menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai mendapat atensi serius dari elemen masyarakat sipil. LSM Bintara Tulungagung secara resmi menyatakan komitmennya untuk melakukan pengawasan dan kontrol profesional terhadap pelaksanaan program tersebut di wilayah Tulungagung.
Langkah ini diambil guna memastikan kualitas asupan bagi para pelajar terjaga dan menutup celah terjadinya penyelewengan anggaran maupun prosedur di lapangan.
Komitmen Bintara Center: Pastikan Program MBG Tanpa Celah
Ketua Bintara Center Tulungagung, R. Ali Sodik, menegaskan bahwa pengawasan ini bertujuan mempertegas visi Presiden RI dalam menciptakan generasi emas 2045. Menurutnya, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kedisiplinan para pelaksana di tingkat bawah.
”Bintara Center akan mengkaji setiap temuan dan aduan di lapangan. Kami telah menyiapkan 19 tim khusus yang dibekali surat tugas resmi untuk melakukan kontrol. Prinsipnya, kami tidak segan melaporkan oknum siapa pun yang diduga melakukan pelanggaran atau mencoba ‘memainkan’ program Pak Presiden,” tegas Raden Ali pada Senin (12/1/2026).
Ali menambahkan bahwa pembentukan tim ini didasari oleh adanya aduan masyarakat terkait kualitas menu makanan yang dianggap kurang layak serta dugaan ketidakdisiplinan penyelenggara.
Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Ada Temuan?
Dalam mekanisme pengawasan ini, Bintara Center telah memetakan titik-titik krusial pertanggungjawaban. Jika ditemukan menu yang tidak memenuhi standar gizi atau adanya indikasi kecurangan, pihak yayasan dan kepala dapur adalah pihak utama yang harus bertanggung jawab.
”Program MBG ini harus sukses. Semua pihak wajib mengikuti aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Kami hadir untuk memastikan tidak ada ruang bagi praktik kejahatan dalam penyelenggaraan makanan untuk anak didik kita,” lanjutnya.
Dukungan Pengamat: Pengawasan Publik adalah Bentuk Dukungan
Langkah LSM Bintara mendapat respons positif dari kalangan akademisi dan pengamat sosial. Supriadi, seorang pengajar di salah satu SD di Kecamatan Kedungwaru, menyatakan dukungannya terhadap keberadaan lembaga kontrol independen.
Menurut Supriadi, kehadiran lembaga pengawas bukan berarti bentuk kecurigaan, melainkan bentuk dukungan agar program pemerintah berjalan sesuai rel yang benar.
”Dengan adanya lembaga yang serius mengawal, justru akan mendukung program menjadi lebih baik. Ini adalah bentuk kepedulian masyarakat agar kebijakan Prabowo-Gibran tepat sasaran dan berkualitas,” ujar Supriadi.
Menuju Indonesia Emas 2045
Raden Ali kembali menegaskan bahwa pihaknya membuka pintu lebar bagi masyarakat yang menemukan dugaan penyimpangan untuk segera melapor. Fokus utama dari pengawalan ini adalah memastikan anak-anak Indonesia, khususnya di Tulungagung, tumbuh sehat dan cerdas.
Dengan pengawasan yang ketat dan profesional, diharapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045 tanpa hambatan praktik korupsi maupun kelalaian teknis. (don1)











