Kritik Dan Saran Kopi Tahu Warga Kota Kediri

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Seperti biasa Walikota Kediri  Abdullah Abu Bakar  terus ingin mendengar keluhan dan saran warganya dalam membangun Kota Kediri. Pertemuan dengan warga dikemas dalam acara rutin Kopi Tahu  bincang ringan. Kali ini Abdullah Abu Bakar  bertemu warga Kelurahan Tinalan kecamatan  Pesantren Kota Kediri, Rabu (06/12/2017) malam.

Sambil menyeruput kopi  dan makan tahu warga tampak antusias menyampaikan berbagai persoalan pendidikan, lingkungan, perdagangan dan kesehatan kepada walikota. Mas Abu panggilan akrab walikota mengawali agenda kopi tahu dengan memaparkan sejumlah program yang ada di Kota Kediri. Mulai dari Program Pemberdayaan Masyarakat, tata cara memanfaatkan Suara Warga Kota Kediri (Surga), Bus Sekolah gratis untuk pelajar dan mahasiswa, English Massive, Pembangunan Pasar Setono Gedong yang baru  dan sejumlah program lainnya.

Program tersebut merupakan terobosan yang dilakukan oleh Pemkota Kediri guna melayani warganya. Kota Kediri adalah kota melayani atau the service city. Jargon ini telah membawa Kota Kediri menjadi kota berprestasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warganya di tingkat provinsi dan nasional.

Dalam kesempatan itu, warga kelurahan Tinalan meminta pembenahan kembali saluran air sepanjang 100 meter di jalan Letjen Sutoyo. Warga juga meminta garis kejut dan lampu peringatan di depan masjid Al Falah agar warga yang melintas lebih berhati hati.

Mas Abu membawa seluruh jajaran Kepala Satuan Kerja (Satker) se Kota Kediri. Mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Perdagangan, Dinas PU, Dinas Kesehatan hingga Direktur Rumah Sakit Gambiran agar bisa mendengar langsung keluh kesah warga.

Terkait program pendidikan, pemerintah kota memberikan bantuan keuangan sebesar 60 ribu rupiah kepada seluruh warga  kota Kediri yang memiliki anak di jenjang pendidikan tingkat SMA sederajat.

“Kami berterima kasih kepada pemerinta kota yang telah menganggarkan dana bantuan pendidikan kepada pelajar di tingkat SMA dan sederajat. Bantuan ini sangat membantu kami, kendati pendidikan tingkat SMA saat ini menjadi kewenangan pemerintah provinsi, “ kata Rina, salah seorang warga.

Kopi tahu merupakan kegiatan rembug bersama warga kota Kediri. Isinya menyerap aspirasi warga dan memecahkan masalah secara cepat dan tepat untuk pembangunan kota Kediri yang lebih baik. (das)