Kopi Tahu Cara Mas Abu “Eksekusi” Permasalahan Warga

oleh -
Mas Abu menyerahkan mesin fogging kepada warga Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto dalam acara Kopi Tahu. (ArahJatim.com/das)

Kediri,Arahjatim.com – Kopi Tahu kembali digelar, kali ini Kelurahan Bujel berkesempatan disambangi Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar. Bertempat di RW 4 Kelurahan Bujel Kota Kediri.

Dalam Kopi Tahu kali ini warga Kelurahan Bujel dapat secara langsung mendapatkan pelayanan kependudukan, pelayanan kesehatan dan pelayanan perizinan. Tercatat 5 pemohon perizinan selesai diurus malam ini, dengan jenis perizinan SIUP dan TDP.

Untuk 4 perizinan sudah diserahkan kepada yang bersangkutan dan secara simbolis langsung diserahkan oleh Walikota Kediri dalam acara Kopi Tahu ini. Selain itu, ada 1 perizinan yang dikirim melalui pos.

Permohonan perizinan selesai diurus dalam acara Kopi Tahu secara gratis, langsung diserahkan oleh Mas Abu. (Foto: ArahJatim.com/das)

Dalam acara tersebut Mas Abu juga mereview kembali beberapa usulan warga Kelurahan Bujel yang diusulkan pada Kopi Tahu sebelumnya. Seperti usulan Bapak Aziz Mashudi RT 02 RW 04, agar dilakukan pengaspalan jalan di Bujel karena banyak yang rusak.

Terkait usulan tersebut sudah direalisasikan pada tahun 2017 yaitu di jalan nasional yang berlubang, sebagian sudah ditambal oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi dan Dinas PUPR Kota Kediri. Tahun 2017 Perum Persada Sayang, tahun 2018 Bujel gang 1,2,3.

Usulan selanjutnya dari Bapak Mujiono RT 01 RW 05 yang memohon untuk dilakukan pengamanan di Sekartaji karena apabila hujan kolam air mancur sering digunakan anak-anak untuk berenang. Untuk usulan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan adanya petugas security dan di Taman Sekartaji juga sudah ada CCTV yang terpasang.

Selanjutnya, Mas Abu mereview, usulan dari Bapak Deni Sujono RT 05 RW 03 yang memohon penjelasan apakah diperbolehkan pemakaian dana Prodamas digunakan untuk koperasi warga. Sesuai pasal 26, 27 dan 28 Perwali Nomor 40 tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat, bantuan Prodamas, baik dalam bidang infrastruktur, ekonomi maupun sosial, bukanlah bantuan yang bersifat tunai, melainkan non tunai (berupa barang atau kegiatan), sehingga tidak diperbolehkan apabila dana Prodamas diberikan secara cash/tunai, termasuk di sini sebagai modal koperasi RT.

Usulan Bapak Joko Santosa RT 05 RW 01 juga direview oleh Walikota Kediri. Warga RT 05 RW 01 Kelurahan Bujel ini memohon disediakan lampu penerangan di jalan arah menuju Wonosari. Untuk usulan tersebut, sudah ditindaklanjuti dan direalisasi tahun 2017 dengan dilakukan pengadaan lampu penerangan jalan bisa dilakukan melalui dana Prodamas, dengan tetap melalui mekanisme rembug warga RT untuk pengusulannya.

Walikota muda berusia 37 tahun ini juga menjelaskan kembali beberapa program Pemerintah Kota Kediri diantaranya, hibah bansos, taman kota, pembangunan gedung baru RSUD Gambiran dan Kampus 2 Politeknik Kediri. Adapula transportasi gratis bagi pelajar yakni angkot dan bus sekolah gratis, layanan halte bus dan angkutan umum, zona aman selamat sekolah, beasiswa mahasiswa bagi warga kurang mampu, seragam gratis bagi pelajar, English Massive (Emas), perpustakaan keliling, homecare, ambulan gratis, serta posyandu lansia dan balita.

Mas Abu juga menyampaikan beberapa pembangunan dari Kelurahan Bujel yang dirampungkan dengan dana Prodamas maupun dari dana Musrenbang.

Bus Sekolah yang bisa dinikmati para pelajar dan mahasiswa secara gratis di Kota Kediri. (Foto: ArahJatim.com/das)

Kemudian Mas Abu memberikan kesempatan kepada warga untuk bertanya atau kenyampaikan aspirasinya terkait pembangunan di Kota Kediri khususnya di Kelurahan Bujel. Azis Mashudi warga RT 2 RW 4 Kelurahan Bujel yang menanyakan terkait tempat yang digunakan English Massive mohon bantuan untuk diberikan tunjangan operasional. Menanggapi hal tersebut, Walikota Kediri Mas Abu menjelaskan bahwa untuk tempat Emas, warga tinggal menyediakan tempat dan kebersihan yang menanggung anak-anak agar dibersihkan selesai belajar .

“Sebenarnya untuk tempat yang digunakan belajar bahasa Inggris atau English Massive tersebut tidak harus di rumah bisa dilakukan di bawah pohon, taman untuk belajar anak-anak biar suasananya beda,,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ibu Umi RT 2 RW 4 menanyakan perihal permohonan bantuan mesin cetakan opak gambir. Menanggapi hal tersebut, Mas Abu menyampaikan bahwa untuk bantuan mesin cetakan opak gambir tersebut bisa minta ke Dinas Sosial atau juga bisa melalui Prodamas. Apabila melalui Dinsos, pemohon tinggal mengajukan surat permohonan bantuan. Di acara itu juga, Sukirno warga RT 2 RW 5 memohon untuk dokumen administrasi kependudukan bisa diantar kerumah pemohon.

Warga Kelurahan Bujel menyampaikan aspirasinya kepada Mas Abu. (Foto: ArahJatim.com/das)

“Saya mohon pak wali untuk KTP, akta kelahiran bisa diantar ke rumah pemohon,” ujar Sukirno.

Mas Abu yang mendengar permohonan warganya itu menjelaskan bahwa untuk KTP, warga harus ambil sendiri ke kantor Dispendukcapil. Untuk akta kelahiran saat ini sudah bisa dikirim melalui pos dan gratis.

“Ketika ditanya petugas yang di Dispendukcapil, apakah akta kelahirannya diambil sendiri atau di antar pak pos, kebanyakan warga lebih suka mengambil sendiri di Kantor Dispendukcapil daripada dikirim via pos,” ujar Mas Abu.

Untuk diketahui, melalui acara Kopi Tahu ini, Pemerintah Kota Kediri tidak hanya menampung aspirasi masyarakat saja, namun juga merealisasikannya.

Dalam acara Kopi Tahu ini juga ada penyerahan mesin fogging oleh Walikota Kediri kepada Kepala Kelurahan Bujel. (das)