Jalan Rusak Akibat Truk Pasir, Inilah Tuntutan Warga Desa Jarit, Lumajang

oleh -
Suasana pertemuan puluhan warga Desa Jarit Kecamatan Candipuro dengan aparat desa dan aparat lintas dinas Kabupaten Lumajang. (Foto: arahjatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Rusaknya jalan akibat truk angkutan pasir membuat geram warga Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Mereka menyalurkan kegeramanya tersebut dengan menggelar protes kepada pemerintah daerah setempat pada Rabu (7/3/18).

Sekitar 50 orang warga dari berbagai dusun di Desa Jarit mendatangi kantor desa setempat. Mereka diterima oleh aparat Pemerintah Desa, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan aparat dinas kesatuan kebangsaan setempat.

Pertemuan berlangsung alot, warga menuntut agar jalan yang rusak segera diperbaiki serta pelarangan truk angkutan pasir melintasi jalan tersebut.

“Tanggapannya dari Pemrov Jawa Timur sudah ada jadwal sendiri untuk perbaikan jalan ini. Kita tidak tahu jadwalnya itu kapan, yang pasti dari provinsi sudah mengagendakan perbaikan,” jawab Trisunu, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Lumajang.

Lebih lanjut, pihaknya menerangkan hanya mendapat tugas pengadaan rambu larangan termasuk jam operasional truk pengangkut pasir.

“Sesuai dengan hasil rapat pertama kita akan mengadakan rambu dulu pak, mungkin bulan depan sudah akan terpasang,” tambahnya.

Jalan rusak yang diprotes warga, berlubang, sebagian amblas dan masih dilewati truk pengangkut pasir. (Foto: arahjatim.com/rokhmad)

Sementara warga juga mempertanyakan ketidakjelasan jam operasional lalu lintas truk pengangkut pasir. Warga merasa aktivitas mereka terganggu dengan adanya lalu lalang truk-truk tersebut.

“Pengaturan arus lalu lintas truk tidak jelas, yang seharusnya jam angkutan itu beroperasi jam 09.00, ini jam 07.00 sampai jam 08.00 sudah ada yang jalan, kalau pagi kan banyak aktivitas warga yang terganggu terutama anak sekolah,” papar Basuki Rahmad, warga setempat.

Jalan yang rusak tersebut merupakan jalur provinsi Lumajang-Malang, yang terletak di Desa Jarit Kecamatan Candipuro.

“Kalau nanti Pemerintah Kabupaten belum bersikap soal ini, kami warga Desa Jarit akan melakukan langkah hukum, akan kita surati Gubernur bahkan Presiden kalau perlu,” tandasnya. (rokhmad)