Harga Cabai Sayur Meningkat, Inilah Penyebabnya..

oleh -
Pedagang di Pasar Baru Lumajang tampak menyiapkan dagangan cabai di lapaknya, meski situasi pembeli lesu karena harga cabai meningkat, Jumat (30/3/18). (Foto: arahjatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Akibat minimnya pasokan dari petani harga sejumlah sayur di Pasar Baru Lumajang mengalami kenaikan sejak sebulan terakhir. Mulai dari cabai, kubis, hingga tomat. Akibatnya omset pedagang mengalami penurunan, karena banyak warga yang mengurangi pembeliannya, Jumat (30/03/2018).

Cabai merah besar misalnya, kini tembus harga Rp. 44.000 per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp. 38.000. sementara harga cabai rawait hijau yang sebelumnya hanya Rp. 20.000, naik menjadi Rp. 23.000 perkilogram.

Kenaikan yang cukup drastis juga terjadi pada tomat, kini tomat dibandrol Rp.10.000, yang sebelumnya hanya Rp. 5.000 per kilogram.

“Yang naik cabai merah besar, cabai rawit hijau, dan bawang merah mas, mungkin banyak tanaman yang mati tanaman petani, jadi pasokan berkurang,” ungkap Siti Rohmah, salah satu  pedagang sayur di Pasar Baru Lumajang, saat ditanya ArahJatim.com.

Kenaikan harga sayur dan bumbu dapur ini membuat para omset penjualan para pedagang mengalami penurunan, sebab para pembeli mulai mengurangi jumlah pembelian.

“Ya saya membagi saja, kalau biasanya membeli satu kilo sekarang beli setengah aja deh,” jawab Fauziah, salah satu pembeli sayur.

Diduga, kenaikan sejumlah harga komoditas sayur dan bumbu dapur ini disebabkan karena minimnya pasokan, sebab curah hujan yang cukup tinggi membuat tanaman petani banyak yang rusak.

Data BMKG yang disampaikan oleh B-P-B-D Kabupaten Lumajang, hingga akhir Maret ini hujan masih berpotensi terjadi dengan intensitas cukup tinggi.

“Prakiraan cuaca dari MBKG, hujan masih akan terjadi mas, sampai akhir maret ini,” jelas Wawan Hadi Siswoyo, Kabid Kedaruratan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang saat dihubungi melalui sambungan telpon. (rokhmad)