Fashion Week Batik Sambut Hari Jadi Kediri Ke 1214

oleh -
Salah satu model memperagakan busana Batik dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Kediri ke 1.214. (Foto: arahjatim.com/das)

Kediri, ArahJatim.com – Dalam rangka memeriahkan dan menyambut Hari Jadi Kabupaten Kediri ke 1214 tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Kediri sudah mengadakan kegiatan-kegiatan lomba sejak kemarin, kali ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri mengadakan kegiatan Fashion Week 2018 perdana di Ruko Jl. PB.Sudirman Kecamatan Pare, Minggu (4/3/18)

Sejak pagi sekitar pukul 06.00 wib berbarengan dengan CFD (Car Free Day) yang dilaksanakan setiap minggu pagi menambah meriah. Didukung cuaca yang sangat cerah dan sekitar kurang lebih 45 peserta sudah hadir dengan macam-macam gaun yang dikenakan. Baik pria dan wanita tampak cantik, gagah, anggun dipadu pakaian batik dengan berbagai model yang dikenakan. Mereka memakai batik buatan Suminar.

Ptl. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Ir.Adi Suwignyo, M.Si diwakili Camat Pare Anik Wuryani, S.Sos, M.Si menyambut hangat dan juga sangat senang dengan adanya kegiatan ini, serta mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu terlaksananya Fashion Week dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Kediri ke 1214.

“Saya sangat mengapresiasi sekali kepada anak-anak muda yang mau menggunakan batik dan saya sangat bangga karena baru kali ini diselenggarakan fashion batik 2018 di Kecamatan Pare, dan juga mungkin baru kali ini dilaksanakan untuk masyarakat di area terbuka,” kata Anik.

Para model tampak anggun mempesona mengenakan busana Batik dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Kediri ke 1.214. (Foto: arahjatim.com/das)

Manfaat dari pada kegiatan ini bisa mensupport masyarakat Pare dan bisa dilihat mulai dari ekspresi yang tidak selalu sama setiap anak yang mengenakan pakaian batik yang dibawakannya. Dengan adanya perkembangan jaman perubahan mode yang menyangkut busana akan terjadi lebih cepat.

“Ternyata batik sangat luas manfaatnya, tidak hanya dipake pada saat atau acara resmi saja, dan bisa juga digunakan sehari-hari dengan mengikuti tren mode sekarang, karena batik juga sebagai salah satu budaya kita yang harus kita jaga dan kita lestarikan, dan banggalah dengan produk hasil bangsa sendiri”, terang Anik.

Walaupun suasana bertambah panas tapi tidak menyurutkan para peserta untuk tampil dengan baik dan mempesona penonton maupun dewan juri. Dengan senyum menawan dipadu dengan gaya lenggak-lenggok, dalam balutan make up yang cantik dan anggun kadang membuat para penonton berdecak kagum, karena tempatnya yang tidak rata hanya ditutupi dengan karpet, kadang peserta ada juga yang jatuh. (das)