Diduga Lapuk, Rumah Roboh Menimpa Seorang Nenek Hingga Patah Tulang

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49413870912_1d71c68548_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Sebuah rumah semi permanen di Dusun Krajan, RT02/RW07 Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi tiba-tiba roboh, Senin (20/1/2020) pagi. Akibatnya pemilik rumah bernama Inayah (86) yang saat itu sedang memasak di dapur, mengalami patah tulang di tangan kanannya lantaran terjepit dan tertindih atap kayu yang runtuh.

Menurut keterangan warga setempat, peristiwa robohnya rumah milik nenek Inayah terjadi secara tiba-tiba. Padahal saat rumah roboh kondisi cuaca sedang panas. Namun sehari sebelum rumah roboh terjadi hujan lebat melanda wilayah tersebut selama sehari. Diduga, robohnya rumah disebabkan banyaknya air yang meresap bagian atap dan bangunan rumah semi permanen hingga mengakibatkan roboh.

Baca juga:

Hingga Senin pagi reruntuhan bangunan masih tampak berantakan. Rumah nenek Inayah tampak rata dengan tanah. Sedangkan sang nenek masih dievakuasi ke rumah saudaranya lantaran rumahnya sudah tak layak untuk ditempati.

“Sebelum rumah ini roboh sebenarnya ada suara rekahan kayu yang mau runtuh, namun karena nenek pendengarannya terganggu maka tidak sempat melarikan diri. Warga sekitar juga tidak sempat menolong karena robohnya bangunan berlangsung cepat. Setelah tertimpa, warga sekitar langsung mengevakuasi nenek Inayah. Posisi tubuhnya tadi tertindih genteng dan kayu-kayu. Tangannya patah tulang,” kata Romadon, warga sekitar.

Pascakejadian, petugas dari Kecamatan setempat langsung datang ke lokasi untuk memberikan bantuan. Kondisi nenek Inayah yang terkulai lemas langsung ditangani oleh tim medis kesehatan puskesmas terdekat di rumah saudaranya.

“Untuk masalaah bantuan Insya Allah nenek ini terjamin karena korban sudah memiliki kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS),” ujar Susanto Wibowo, Camat Kabat di lokasi kejadian.

Sementara itu curah hujan tinggi terus terjadi di wilayah Banyuwangi sejak dua hari terakhir. Pihak BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Karena potensi hujan lebat masih akan terus terjadi hingga sepekan ke depan.

Sebelumnya, akibat hujan lebat juga membuat tujuh rumah di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat terendam banjir. Selain karena tingginya curah hujan, banjir yang juga membuat Jalan Nasional Banyuwangi–Jember tergenang, diduga akibat kecilnya saluran drainase hingga membuat air meluber ke jalan raya. (ful)