Dianggap Tidak Berempati, Lagu Berjudul “Corona” Menuai Kecaman

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49610245702_a1fe273d62_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Di tengah merebaknya virus corona di berbagai belahan dunia, ada saja pihak yang ingin mencari untung di tengah keresahan masyarakat akibat virus tersebut. Salah satu artis dangdut di Banyuwangi mendadak viral setelah lagunya berjudul Corona atau “Comunitas Rondo (janda) Merana” tersebar luas di dunia maya.

Bukannya disanjung, lagu ini malah mengundang reaksi keras, dan mendapatkan kecaman dari berbagai pihak termasuk warga Banyuwangi yang menjadi pekerja migran, lantaran dianggap telah meremehkan virus yang telah banyak memakan korban jiwa ini.

Selain itu, lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi Alvi Ananta itu dianggap kurang berempati terhadap korban yang terjangkit virus mematikan. Malahan, lagu itu dianggap hanya berisi canda’an yang merendahkan kalangan tertentu.

Awalnya lagu berjudul Corona viral setelah akun Samudra Record yang memproduseri penyanyi itu memposting lagu tersebut di akun Youtube-nya. Selang beberapa hari diupload, ternyata banyak menuai protes di kolom komentar. Bahkan akun gosip mainstream Lambe Turah pun ikut memposting judul lagu itu. Sadar banyak dikritik, akhirnya lagu itu dihapus dari akun youtube Samudra Record.

Namun lagu yang disertai video clip itu sudah terlanjur banyak diunduh oleh netizen dan semakin tersebar luas di media sosial, utamanya setelah akun Facebook Lagu Dangdut Terbaru ikut me-repost ulang lagu Corona. Tak hanya dikecam netizen dalam negeri, lagu ini juga dikecam oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banyuwangi yang ada di luar negeri seperti Hong Kong, Taiwan, Singapura, Korea hingga Arab Saudi.

Atas ramainya kecaman, keluarga pekerja migran Indonesia (KAMI) langsung mensomasi penyanyi, pencipta lagu serta produser lagu berjudul Corona. Mereka mendatangi kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Senin (2/3/2020) siang. (Foto: arahjatim.com/ful)

Mereka “dibully” rekan sesama pekerja migran dari daerah lain karena di tengah dunia sedang berjuang melawan virus corona, di Banyuwangi malah membuat lagu yang liriknya dinilai tidak pantas untuk dijadikan lagu. Atas ramainya kecaman, keluarga pekerja migran Indonesia (KAMI) langsung mensomasi penyanyi, pencipta lagu serta produser lagu berjudul Corona.

Mereka mendatangi kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Senin (2/3/2020) siang dengan harapan agar dinas terkait bisa segera menyelesaikan persoalan lagu yang dianggap bisa merusak citra Banyuwangi di mata dunia.

“Banyak pekerja migran yang ada di Taiwan, Hong Kong, Korea hingga Arab Saudi yang menghubungi kami, bahwasanya mereka merasa terlecehkan karena teman-teman pekerja migran dari luar Banyuwangi menghujat mereka dengan adanya lagu Corona ini. Mereka heran, dengan adanya virus corona yang mematikan malah dibikin lagu yang isinya kurang pantas. Padahal pekerja migran di luar negeri saat ini benar-benar sedang takut tertular virus corona ini,” ujar Krishna Adi, Perwakilan Keluarga PMI cabang Jawa Timur.

Sementara itu, menanggapi ramainya pemberitaan terkait lagu Corona, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi berjanji akan segera memanggil pencipta lagu, produser dan penyanyinya agar persoalan tersebut tidak sampai berlarut-larut hingga merusak citra Banyuwangi di kancah permusikan dangdut Indonesia.

“Tentu ini akan menjadi perbaikan buat kita semua. Nanti akan kami hadirkan semua pihak yang terlibat baik penyanyi, pencipta lagu maupun produser. Perwakilan dari pekerja migran juga akan kita panggil. Termasuk kita juga akan diskusikan ini dengan pihak Dewan Kesenian Blambangan (DKB),” jelas M Yanuarta Bramuda, Kadisbudpar Banyuwangi kepada sejumlah wartawan. (ful)