Cegah Narkoba Masuk Lapas, Tim Gabungan Geledah Lapas Klas IIA Pamekasan

oleh -
Petugas gabungan saat melakukan penggeledahan barang terlarang di dalam blok hunian para napi di Lapas Klas IIA Pamekasan. (Foto: arahjatim.com/ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pamekasan bersama tim gabungan Polres dan Kodim 0826 menggeledah blok-blok warga binaan, baru-baru ini. Penggeledahan secara rutin itu dilakukan demi menjaga kesterilan lapas dari barang-barang terlarang seperti narkoba dan benda-benda terlarang lainnya.

Penggeledahan tidak hanya dilakukan rutin dua kali seminggu, tapi dilakukan juga jika ada informasi yang mengarah kepada gangguan serius. Misalnya, ada informasi dari luar yang mengarah adanya dugaan warga binaan mengkonsumsi sabu di dalam sel.

“Langsung kami cek, jika ada. Kami sisir tiap blok satu minggu sekali. Blok yang ditengarai kami geledah. Bahkan, bisa tiap hari kami geledah blok-blok itu,” kata Kepala Lapas Klas IIA Pamekasan M. Hanafi, Rabu (24/3/2021).

Hanafi menjelaskan, penggeledahan secara rutin terhadap warga binaan itu dilakukan dalam rangka meningkatkan status Lapas Klas IIA menuju UPT dengan predikat wilayah bebas dari korupsi (WBK). Tidak hanya jadwal rutin menggeledah blok, secara insidentil dan mendesak juga dilakukan kepada seluruh warga binaan.

“Briefing kepada seluruh petugas juga kami lakukan. Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada melaksanakan tugas yang disertai penyelewengan. Kami akan tindak tegas apabila ada anggota yang tidak melaksanakan fungsi dengan benar,” tegas Hanafi.

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Pamekasan Leksono Novan Saputro menambahkan, tidak ada perbedaan perlakuan terhadap seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) Pamekasan. Semuanya diperlakukan sama.

Disinggung soal penyewaan handphone (HP) kepada para WBP (napi), Novan mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 Lapas Klas IIA Pamekasan menyediakan fasilitas khusus untuk video call dengan keluarga di rumah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pemenuhan hak WBP untuk berkomunikasi dengan keluarga.

“Pelaksanaannya dilakukan secara terkendali dan di bawah pengawasan petugas. Sebagai bentuk pemenuhan hak WBP untuk berkomunikasi dengan keluarga selama peniadaan kunjungan dikarenakan pandemi Covid-19,” imbuh Novan. (ndra)