BPS Kabupaten Kediri Akan Mendata Podes Dan Sutas Di 343 Desa

oleh -
Suasana sosialisasi Podes dan Sutas oleh Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri. (Foto: arahjatim.com/das)

Kediri, ArahJatim.com – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS)  Kabupaten Kediri menggelar Badan Koordinasi Informasi Masyarakat (Bakoinmas) bertempat di Ruang Kilisuci Kantor Pemkab Kediri, Kamis (3/5/18).

Acara Bakoinmas ini dihadiri Kabid Pelayanan Informasi Publik Dinas Kominfo, Drs. Sujud Winarko, MM. dan diikuti perwakilan SKPD dan kecamatan se-Kabupaten Kediri. Sementara itu bertindak sebagai pembicara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)  Kabupaten Kediri Lilik Wibawati, SE. serta Kasubag Keuangan Bappeda  Kabupaten Kediri Rofan Fahru, SE. MM.

Acara tersebut bertema tentang sosialisasi pendataan Potensi Desa (Podes) 2018 dan Survei Pertanian Antar Sensus (Sutas) 2018. Lilik Wibawati menyampaikan BPS  Kabupaten Kediri melaksanakan pendataan pemetaan Podes dan survei Sutas pada bulan Mei di 343 desa seluruh  Kabupaten Kediri.

“Tujuan dari pendataan PODES ini adalah untuk memetakan informasi mengenai kualitas infrastruktur dan keseluruhan potensi ekonomi, sosial, sumber daya manusia dan alam yang dimiliki oleh desa sehingga nantinya dapat mengangkat potensi yang ada di desa, apalagi sejak bergulirnya Dana Desa (DD) sebagai percepatan pembangunan yang dikelola langsung masyarakat desa,” ucapnya.

Kemudian survei Sutas untuk mengetahui populasi dan produksi komoditas di bidang pertanian mengingat pesatnya perkembangan dan perubahan di sektor pertanian, kemajuan teknologi, serta perubahan musim dan harga.

“Para petugas survei nantinya mendapat data dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten harus dapat persetujuan dari pemangku wilayah terlebih dahulu. Di Kediri ada 54 petugas survei, setiap petugas bertanggung jawab mendata 6-7 desa/kelurahan,” tegasnya. (Kominfo)