Baddrut Tamam Setuju Bentuk Provinsi Madura Jika Tujuannya Sejahterakan Rakyat

oleh -

Pamekasan, ArahJatim.com – Menyongsong pembentukan Provinsi Kepulauan Madura, digelar sarasehan di Pendopo Mandhapa Agung Ronggosukowati. Kamis (4/3/2021) siang. Sarasehan bertema “Menggali Sumber Daya Perekonomian Madura” ini dihadiri Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang sekaligus menjadi pemateri.

Selain itu, tampak hadir Slamet Hariyadi anggota Komisi IV DPR RI Daerah Pemilihan Wilayah Madura, Sekretari MUI Pamekasan Drs Imam Santoso dan Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Pamekasan Hudan Nasihin. Sarasehan juga dihadiri perwakilan organisasi-organisasi kemahasiswaan dan anggota pemuda Muhammadiyah.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN Dapil Madura, Slamet Hariyadi menjelaskan, untuk menjadi Provinsi Kepulauan Madura diperlukan kerja sama yang yang strategis antara pelaku ekonomi dengan pemerintahan daerah dalam menghadapi tantangan secara maksimal.

Perlu membentuk pondasi pembangunan ekonomi, seperti pengembangan SDM, riset dan pengembangan produk, insentif fiskal serta kemudahan dalam berinvestasi.

Menurut Slamet, Madura memiliki potensi lingkungan hidup seperti sumber daya migas, tembakau, perkebunan, ekowisata dan kelautan.

Madura juga memiliki ragam budaya, bahasa dan wilayah dengan luas sebesar 54.886 km persegi yang terdiri dari 4 kabupaten 68 kecamatan dan 958 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 4 juta jiwa.

Hal itu membutuhkan pengelolaan dan penanganan khusus dalam bentuk provinsi agar tidak ada dikotomi dan disparitas antardaerah di Jawa Timur.

“Madura memiliki sumber daya alam yang sangat memadai untuk menopang jalannya pemerintahan provinsi. Sehingga dapat mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih prima, transparan, akuntabel. Pemerataan kesejahteraan masyarakat Madura secara komunal baik di kepulauan maupun di daratan, sehingga tidak ada lagi dikotomi dan disparitas antara daratan dan kepulauan,” imbuhnya.

Sementara Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, dirinya sangat setuju dan mendukung penuh jika keingingan membentuk Provinsi Madura itu tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Akan tetapi dia tidak setuju jika keinginan pembentukan itu tujuannya berorientasi kekuasaan.

Berpondasikan pada etos kerja dalam membangun yakni local wisdom “Bhepak Bebhuk Guru Rato”, kemudian ditambah dengan kecerdasan dan inovasi, semangat kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW yakni Siddiq, Amanah, Tabligh, Fatonah.

“Menjadi provinsi itu soal berikutnya, yang paling penting sekarang bagaimana Madura maju dan bisa sejahtera dan makmur. Madura memiliki potensi luar biasa di bidang etos dan semangat kerja. Istilah Bhepak Bhebuk Guru Rato, adalah etos luar biasa orang Madura seperti merantau ke luar daerah, sukses pulang bawa harta yang banyak, itu indikator bahwa orang Madura ini etos kerja dan semangat berjuangnya yang luar biasa,” pungkas Baddrut Tamam. (adv/ndra)