Kediri, ArahJatim.com – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PDM Kota Kediri bersama takmir mushola dan masjid Muhammadiyah se-Kota Kediri menggelar acara sarasehan strategis pada Ahad, 24 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di LEC Kota Kediri, Jl. Penanggungan, Mojoroto ini menghadirkan Anggota Komisi A sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, ST.MM, sebagai pembicara utama.
Sarasehan yang dikemas dalam bentuk Pelatihan dan Diskusi bertajuk “Ta’mir Masjid Melek Politik” ini menyoroti pentingnya peran rumah ibadah dalam mendeteksi dan mencegah potensi konflik atau kerawanan sosial di tingkat akar rumput sejak dini.
Masjid Sebagai Jangkar Efektif Pendeteksi Dini Konflik Sosial
Belakangan ini, indikasi peningkatan tensi dan kerawanan sosial di Kota Kediri menjadi perhatian serius bagi dewan legislatif maupun pemerintah kota. Menanggapi situasi tersebut, fungsi tempat ibadah diharapkan tidak hanya sebatas pusat ritual keagamaan, melainkan juga instrumen sosial yang kokoh.
Dalam pemaparannya, Imam Wihdan Zarkasyi menekankan bahwa penguatan keamanan dan kondusivitas harus dimulai dari struktur masyarakat yang paling bawah.
”Kita berpikir bahwa solat dan masjid itu bisa jadi jangkar yang paling efektif untuk indikasi kerawanan-kerawanan sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Kita harapkan keterlibatan aktif dari takmir, lembaga masjid, hingga kelompok muda mampu menjadi indikator paling awal untuk mendeteksi potensi kerawanan rusuh,” ujar legislator yang akrab disapa Lek Imam tersebut.
Membangun Kesadaran Kolektif Secara Berkelanjutan
Langkah preventif ini dinilai krusial agar gesekan sosial tidak telanjur membesar di tengah masyarakat. Imam mengingatkan bahwa dampak atau social cost dari sebuah konflik sangatlah berat dan efek domino negatifnya bisa dirasakan hingga lintas generasi (anak cucu).
Melalui forum ini, perwakilan dari sekitar 50 hingga 70 mushola dan masjid di bawah naungan Muhammadiyah Kota Kediri diundang dengan mengirimkan masing-masing 3 utusan takmir. Kehadiran para pengurus ini diharapkan mampu menggerakkan kesadaran kolektif di wilayah masing-masing.
Sinergi Kontinu Demi Kediri yang Kondusif
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa pertemuan ini bukanlah program seremonial yang bersifat sekali selesai. Edukasi dan koordinasi intensif akan terus digulirkan secara berkala ke berbagai wilayah.
- Deteksi Dini: Memfungsikan jamaah masjid sebagai mata dan telinga sosial di lingkungan sekitar.
- Edukasi Politik: Membina takmir masjid agar melek politik sehingga mampu memfilter disinformasi yang memicu perpecahan.
- Gerakan Berkelanjutan: Menjadikan diskusi berkala sebagai agenda kontinu di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Melalui sinergi erat antara tokoh agama, pemuda, dan jajaran legislatif, sarasehan ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem Kota Kediri yang lebih komersif, aman, serta siap mendukung akselerasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (das)











