Lumajang, ArahJatim.com – Puluhan ibu-ibu dari Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko Lumajang melaporkan dugaan kasus investasi dan tabungan bodong yang dilakukan oleh Umi Salma (48) warga setempat. Dari seluruh nasabah yang mencapai ribuan orang, total kerugian para korban diperkirakan sekitar 500 miliar atau setengah trilliun rupiah.
“Ya kami menerima laporan dugaan kasus investasi dan tabungan bodong yang informasinya total kerugian mencapai 500 miliar mas,” ungkap Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban.
Kapolres Lumajang berjanji akan segera melakukan pemeriksaan sekretaris dan jajaran pengurus lainnya, sebab terduga pelaku Umi Salma kini tak diketahui lagi keberadaannya.
“Kami akan lakukan pendalaman, dan sesegera mungkin akan memanggil sekretarisnya terduga mas untuk memastikan informasi dari pada korban ini,” tambahnya.
Baca juga:
- Mengaku Bisa Beri Pinjaman Miliaran Rupiah, Begini Triknya Sang Penipu.
- Janjikan Rp1 Miliar, “Dukun Sakti” Tipu Korban Puluhan Juta Rupiah.
Dari ribuan nasabah, kerugian masing-masing bervariasi mulai dari satu juta hingga satu miliar rupiah. Modusnya, terduga pelaku awalnya membuka layanan tabungan hari raya (Tahara) dengan banyak bonus, bagi nasabah Tahara yang menabung sebesar 1 juta akan mendapatkan bonus gula 3 kg dan kue lebaran setiap akhir tahun. Sementara untuk nasabah yang menyetor investasi, ia memberikan bonus berupa uang tunai sebesar Rp750.000 per bulannya setiap investasi uang senilai Rp50.000.000.
Selama 26 tahun bisnis ini berjalan, baru sejak tahun 2018 uang dan bonus para nasabahnya tidak bisa cair, para nasabah sempat berupaya melakukan negosiasi namun tak berhasil hingga akhirnya di tahun lalu melaporkan kasus ini.
“Awalnya berjalan baik mas, namun sejak tahun 2018 kemarin uang kami tidak cair,” terang Latifah, salah satu nasabah terduga pelaku.
Kini, sudah lebih dari 50 nasabah telah membuat laporan atas dugaan kasus investasi dan tabungan bodong ini. (Rokhmad)










